Inilah Lima Gua Peninggalan Jepang di Indonesia, di Batu Juga Ada

Gua Jepang yang ditemukan di wilayah Coban Talun, Batu. (foto : Dok MalangTIMES)
Gua Jepang yang ditemukan di wilayah Coban Talun, Batu. (foto : Dok MalangTIMES)

Pada zaman penjajahan Jepang di Indonesia, pasukan Nippon banyak sekali membuat lubang gua sebagai tempat persembunyian, pertahanan, maupun untuk menyimpan senjata. Gua yang ditempati Jepang ada yang secara alami di wilayah pegunungan maupun gua buatan. 

Jepang sendiri menggunakan tenaga kerja pribumi Indonesia untuk membangun gua. Sistem kerja paksa itu yang dikenal dengan istilah romusha.

MalangTIMES merangkum lima gua peninggalan Jepang di Indonesia. Salah satunya ditemukan di Kota Batu. 

1. Gua Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat

Panjang lubang gua yang terdapat di lokasi panorama ini lebih kurang 1.400 meter. Sedangkan panjang keseluruhan yang berada di bawah Kota Bukittinggi diperkirakan lebih kurang sekitar 5.000 meter. Namun, yang terawat atau terpelihara baru 30 persen dari lubang yang ada.

Kegunaan utama gua Jepang ini adalah basis pertahanan militer penjajah Jepang dari serangan Sekutu. Maka, pembangunannya sangat dirahasiakan dan tidak seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan gua jepang ini mulai dibangun.

2. Goa Jepang di Biak, Papua

Di gua Jepang ini terdapat sejumlah bilik kecil sebagai tempat untuk beristirahat. Dalam gua itu terdapat tiga ruang besar yang dibentuk tentara Jepang untuk sejumlah kepentingan. Masing-masing ruang punya fungsi dan terhubung satu dengan lainnya. 

Ruang I dijadikan gudang, tempat menyimpan bahan makanan, obat-obatan, peralatan perang, dan alat-alat komunikasi. Ruang II dijadikan tempat merawat orang sakit. Sedangkan ruang III merupakan tempat yang dikhususkan bagi para perwira untuk melakukan rapat-rapat berkaitan dengan kepentingan perang. Kabarnya, tak kurang dari 3.000 tentara Jepang tewas terkubur dalam gua tersebut.

3. Goa Jepang di Bali

Gua ini terdiri atas 16 buah lubang dengan kedalaman 4 meter. Dua di antaranya tidak berhubungan satu dengan yang lainnya. Yaitu satu buah terletak di ujung selatan dan satu lagi di ujung sebelah utara. Sedangkan yang lainnya berhubung-hubungan dan dihubungkan oleh sebuah gang memanjang arah utara ke selatan. 

Goa ini dibangun oleh balatentara Jepang dalam usahanya memperrtahankan diri dari serangan tentara Sekutu, tepatnya tahun 1941. Gua ini terdapat di Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, yang dimaksudkan untuk tempat pengintaian lalu lintas laut di Selat Lombok.

4. Gua Jepang Garut, Jawa Barat

Dari cerita rakyat setempat, gua ini adalah tempat persembunyian tentara Jepang dari serbuan udara pasukan Belanda. Gua ini dibangun oleh romusha dengan sistem kerja paksa. Berada di sebuah lembah di antara dua bukit bernama Puncak Munasim. Gua di lembah ini ada empat. Salah satunya menjadi sarang kelelawar dan sumber mata air bagi penduduk Cikopo. Gua ini tidak terlalu dalam. Kedalamannya paling panjang sekitar 10 meter. 

5. Gua Jepang Coban Talun, Kota Batu

Gua Jepang ini terletak di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu. Gua yang memiliki luas sekitar 10 meter persegi dan tinggi 2 meter ini merupakan saksi bisu masa penjajahan Jepang.

Gua ini digunakan sebagai basis pertahanan untuk menghadapi serangan terhadap penjajah Jepang yang berkuasa pada masa itu. Dari cerita dari penduduk setempat, diketahui fungsi dari gua tersebut adalah untuk pertahanan pasukan Jepang dari serangan pasukan Sekutu dan juga untuk menyimpan persediaan makanan, pakaian, dan senjata. 

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->