Baru 2 Tahun, Gedung LVRI dan Pepabri Ini dilanda Kebocoran

Asbes jebol akibat kebocoran di lantai dua ruang pertemuan Gedung LVRI dan Pepabri. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Asbes jebol akibat kebocoran di lantai dua ruang pertemuan Gedung LVRI dan Pepabri. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Usia gedung Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) terletak di alan Sultan Agung, Kecamatan Batu baru berusia dua tahun. Nyatanya gedung baru itu tak semegah tampilannya saat ini.

Ya sejak satu tahun terakhir saat musim penghujan gedung tersebut dilanda kebocoran. Gedung veteran ini memiliki tiga lantai. 

Untuk lantai satu, difungsikan sebagai kantor LVRI dan Pepabri. Sedangkan lantai dua menjadi satu bagian berupa aula yang berfungsi sebagai gedung pertemuan berbagai kegiatan. Dan lantai tiga juga terdapat kantor.

Saat BatuTIMES melihat gedung ini seperti di lantai dua ada langit-langit atau asbes yang berlubang akibat air bocor. Kemudian di lantai 3 banyak tembok yang basah karena air hujan yang merembes di sela-sela tembok. 

“Sepetinya karena pipa saluran air terlalu kecil sehingga tidak maksimal saluran airnya. Ya jadi banyak yang bocor di sini. Cukup disayangkan sekali,” kata Ketua LVRI Kota Batu Handri Israwan, Kamis (11/1/2018).

Bahkan saat di lantai satu karena bocor cukup parah sehingga terkadang air menggenang. Yang membersihkan ruangan ketika air menggenang mereka para veteran bertugas.

“Iya di sini kadang kalau hujan cukip deras sampai airnya menggenang. Dan kami sendiri yang membersihkan genangan airnya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, sebagian kamar mandi pun pintunya ada yang rusak. Lalu ada pipa yang bocor. Selain itu jalan lorong menuju lantai 3, jarak antara lantai dan langit-langit tidak sampai dua meter, sehingga bagi orang-orang yang berbadan tinggi harus membungkuk.

“Dulu waktu pak Eddy Rumpoko (mantan Wali Kota Batu) ke sini beliau sampai tidak mau ke lantai 3 ini. Ya karena terlalu pendek ini,” kelas Handri kepada BatuTIMES.

Ia menjelaskan gedung yang dibangun oleh CV Permata Abadi itu nilai kontraknya Rp 2,8 miliar. Dananya  dari APBD Kota Batu tahun 2015.

"Kita senang sekarang sudah punya gedung sendiri. Di Indonesia sepertinya ini yang paling mewah. Kami mengucapkan terima kasih sudah dibangunkan gedung yang megah oleh Pemkot Batu," ungkapnya.

Meski demikian ia cukup menyangkan dengan kondisi gedung saat ini. Ia pun berharap agar bangunan ini bisa diperbaiki supaya lebih terawat.

“Gedung ini memang belum diserah terimakan. Karena itu kami berharap gedung ini segera dibenahi dan diserah terimakan kepada kami,” harapnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com