Ngukir Wisata Alam, Destinasi Baru di Batu dengan Suguhan yang Khas

Salah satu spot swafoto lingkaran yang terbuat dari bambu di wana wisata Ngukir Wisata Alam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu spot swafoto lingkaran yang terbuat dari bambu di wana wisata Ngukir Wisata Alam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Satu lagi wana wisata alam hadir mewarnai pariwisata Kota Batu. Namanya Ngukir Wisata Alam.

Lokasinya berada di Dusun Ngukir, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo.

Wisata ini menyuguhkan suasana alam karena memang plokasinya berada di area sungai dikelilingi pohon yang rindang. Wana wisata ini baru dibuka kurang lebih dua minggu lalu.

Spot swafoto sangkar burung di Ngukir Wisata Alam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Luasan area wisata ini kurang lebih dua hektar. Destinasi baru ini menawarkan spot-spot swafoto yang cantik, kreatif, unik dan instagramable.

Unik saat ini sudah ada beberapa spot swafoto seperti ayunan di antara beberapa pohon.

Lalu spot swafoto sarang pohon yang digantungkan pada ranting-ranting bambu dengan pemandangan pohon suren.

Wisata Ngukir Wisata Alam letaknya berada tepi di aliran sungai Brantas. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Kemudian ada rumah pohon yang dibuat antara empat pohon suren dan ada spot swafoto lingkaran yang dibuat dari bambu.

Sesuai temanya kembali ke alam seluruh spot swafoto dibuat dari alam dan memanfaatkan tanaman yang ada tanpa mengurangi.

“Karena sesuai dengan tema yang diangkat sehingga semua yang ada di sini berbau alam. Seperti rumah-rumahan memanfaatkan pohon suren sebagai pondasinya kemudian kita kembangkan jadinya seperti itu,” ungkap Owner NWA Erita Dian Safitri.

Spot swafoto bentuk love di Ngukir Wisata Alam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Ia menjelaskan wisata ini memang masih baru saja dibuka dengan spot swafoto yang ada karena memang dibuka sambil berjalan pembangunannya. Sebab sambil mengenalkan kepada wisatawan.

“Memang kita sengaja buka sambil membangun. Karena kami ingin sambil mengenalkan kepada orang-orang. Nanti bakal banyak spot swafoto lagi,” imbuhnya.

Selain itu wisata yang dikonsep dengan edukasi juga akan memberikan suguhan petik buah dan sayur.

Untuk saat ini yang sudah ditanaman seperti buah stroberi, durian, cempeda, sawi hitam, dan sebagainya.

Masing-masing tanaman ini akan dilengkapi puluhan buah dan sayur yang nantinya akan dikembangakn terus.

Tampak depan wana wisata Ngukir Wisata Alam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

“Jadi nanti nggak hanya sekadar metik buah atau sayur. Tapi ada edukasinya yakni proses menanam buah dan sayur ini, supaya dapat pemgetahuannya dan pengalamannya,” kata warga Kelurahan Songgokero, Kecamatan Batu ini.

Ia menembahkan tanaman yang ditanam ini juga merupakan tanaman organik. Karena masih jarang masyarakat yang menyuguhkan wisata seperti itu.

Dengan memanfaatkan sungai yang bersih dari sampah, wisatawan juga bakal diberi pengalamanan tentang explore aliran sungai. Seperti menyuguhkan permainan untuk anak-anak. 

Kemudian wisata ini juga ada memberdayakan masyarakat sekitar agar mereka tumbuh dengan kreativitasnya.

“Kami ingin memaksimalkan potensi dari desa wisata yang ada. Jadi kami nantinya juga akan memberdayakan masyarakat sekitar mulai dari kreativitasnya untuk meningkatkan perekonomian,” ujar Erita, Kamis (11/1/2018).

Nantinya juga akan dikembangkan kafe vegetarian, camping ground, tempat outbound dan sebagainya.

Menurutnya dengan adanya wana wisata baru ini bisa menjadi salah satu pilihan wisatawan yang ingin merasakan wisata alam dengan oksigen yang sangat bagus. Sekaligus memberikan pengalaman dan cerita yang berbeda dan mengagumkan.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->