Di Pandanrejo, Harga Stroberi Meningkat, Stok Terbatas Akibat Kendala Ini

Pedagang buah stroberi yang juga petani sedang membersihkan buah stroberi di Dusun Pandanrejo, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Pedagang buah stroberi yang juga petani sedang membersihkan buah stroberi di Dusun Pandanrejo, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Para penggemar buah stroberi yang sering mengkonsumsi buah ini pada musim hujan harus gigit jari. Sebab panen buah stroberi berkurang, berimbas pada mahalnya penjualan buah ini.

Seperti di Dusun Pandanrejo, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji yang merupakan sentra buah stroberi di Kota Batu. Penyebab yang membuat buah stroberi panen berkurang dikarenakan cuaca hujan.

Tak pelak hal tersebut berimbas pada meningkatnya harga, misalnya untuk kualitas stroberi great A mencapai Rp 10 ribu. Ya jika sebulan yang lalu stroberi kualitas A Rp 50 ribu per kilogramnya, namun saat ini Rp 60 ribu per kilogramnya.

“Rata-rata harga stroberi naik Rp 10 ribu per kilogram, namun kualitasnya tidak terlalu bagus. Ya karena cuaca ini,” kata Ruslan pedagang dan petani stroberi di Desa Pandanrejo, Jumat (2/2/2018).

Ia menjelaskan saat musim hujan seperti ini, stroberi mudah terkena penyakit dibandingkan pada musim kemarau. Misalnya jamur yang menyerang daun-daun pohonnya. Karena itu, hasil buahnya tidak bisa banyak hingga buahnya busuk sebelum masa panen.

“Kemudian buahnya menyentuh tanah yang basah itu juga bisa membuat busuk buah. Apalagi kurangnya sinar matahari,” imbuhnya.

Menurut Ruslan setidaknya stroberi perlu sinar matahari kurang lebih selama 6 jam. Kondisi mendung, gerimis hingga hujan akan cepat membuat buahnya jadi busuk. 

Tidak hanya itu saja, serangan hama phytopthora atau busuk basah yang sering menyerang pada cuaca seperti ini. Penyakit ini wujudnya bercak berwarna coklat kehitaman pada daunnya. Akibatnya, tanaman tidak mudah berkembang. Buahnya pun demikian.

“Jadi selain busuk buahnya, ada hama phytopthora. Hama ini cukup ganas juga karena mempengaruhi tanamannya,” jelas Ruslan kepada BatuTIMES.

Karena kendala ini, hasil panen yang didapatkan turun drastis dari masa panen selama tiga bulan. Dari jumlah 1.400 polibag stroberi jika biasanya bisa mendapatkan 60 kilogram sekali panen. 

Namun saat ini hanya bisa memanen kurang lebih 15 kilogram. Selain itu juga mempengaruhi kualitas buah stroberi. Rasanya jadi lebih kecut kandungan air terlalu banyak dikonsumsi buah dari air hujan. “Ya tentunya karena penyakit dan hama berimbas pada kualitasnya yang gak bisa maksimal,” tutupnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->