Tahun Ini, 5 Ribu Orang Bakal Terima Bantuan Iuran Daerah

foto ilustrasi
foto ilustrasi

Pemkot Batu bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) bekerja sama mengcover sejumlah 5 ribu warga Kota Batu menerima Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID). Untuk tahap satu di awal tahun ini sudah diberikan kepada 292 warga kurang mampu di Kota Batu. 

Melalui program PBID ini Pemkot Batu ingin terus berupaya memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat Kota Batu khususnya di bidang kesehatan. Jika di tahun 2017 kuota yang diberikan hanya 2.500 warga saja, kini naik dua kali lipatnya mencapai 5 ribu warga Kota Batu.

“Dari tahun ke tahun Pemkot Batu memberikan kebijakannya dan keseriusannya di bidang kesehatan. Karena kuotanya selalu meningkat setiap tahun,” ucap Kepala Bagian Operasional BPJS Kesehatan Kota Batu, Frisca Prasetyo Wibowo.

Hanya saja di awal tahun ini sudah ada 495 orang yang mengajukan bantuan PBID. Namun ternyata tidak semua yang mengajukan itu bisa lolos diterima. 

“Dari total 495 orang yang mengajukan kami seleksi dahulu. Setelah disaring yang berhak dapat 292 orang, ya karena beberapa faktor yang tidak memenuhi persyaratan,” katanya, Senin (5/2/2018).

Lalu dari sisa yang sementara ditolak yakni 203 orang ini masih diberikan kesempatan untuk melengkapi data atau persyaratan. Kebanyak kelengkapan yang kurang memenuhi syarat itu pada Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Ada juga yang ternyata sudah tercover dalam Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat, Penerima Bantuan Iuran Nasional atau PBIN,” imbuh Prasetyo saat di Balai Kota Among Tani.

Tidak hanya masalah pada NIK, sebagian yang mengajukan itu ada juga dari pegawai negeri sipil (PNS) sehingga tidak disetujui. Diketahui memang program ini menyasar kepada mereka yang kurang mampu. 

“PBID ini diperuntukkan bagi mereka yang gak mampu. Jadi kalau ada PNS yang mengajukan secara otomatis langsung kami tolak,” tutupnya.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->