Pria Asal Kota Batu Ini Sukses Sulap Gunungan Sampah Jadi Tempat Wisata Murah

Sogik mengembangkan tempat wisata kolam bermain di Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Sogik mengembangkan tempat wisata kolam bermain di Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Sampah memang masih menjadi persoalan serius masyarakat Kota Batu. Namun tidak bagi Sugiono warga Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu.

Dengan tangan kreatifnya gunungan sampah yang sebelumnya jadi momok, kini disulap jadi destinasi wisata.

Bagaimana ia bisa mendatangkan wisatawan di tempat gunungan sampah tersebut?

Mulanya pria yang akrab disapa Sogik ini sangat prihatin dengan tumpukan sampah di area yang berdekatan dengan sungai di Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu.

Di sana memang terdapat tumpukan sampah yang sudah bertahun-tahun karena masyarakat terbiasa membuangnya di area dekat sungai.

“Sungai di sini kan dimanfaatkan untuk mandi oleh sebagian warga. Parahnya, setiap orang mau mandi pasti sekalian buang sampah. Dan pemandangan ini sudah bertahun-tahun,” ungkap Sogik, Kamis (8/2/2018).

Karena prihatin dengan tumpukan sampah yang semakin menggunung, ia mulai berfikir bagaimana mengubah area tersebut agar bebas dari sampah. Termasuk tidak ada bau yang menyengat.

Kemudian Sogik mulai menggerakkan beberapa warga untuk membersihkan sampah tersebut. Ia membutuhkan waktu  tiga bulan untuk mengangkut sampah-sampah itu. 

Untuk mengangkut sampah-sampah itu diperlukan kurang lebih 10 truk pengangkut. “Memang butuh waktu tiga bulan, sambil memberdayakan masyarakat. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih dengan sampah di sini,” katanya.

Lalu warga sekitar yang biasanya membuang sampah di area tersebut sudah tertib dan tidak membuang sembarangan. Dengan membayar Rp 5 ribu saja truk pengangkut akan datang ke masing-masing rumah untuk memungut sampah.

“Kami saling mengingatkan. Untuk mengatasi itu akhirnya warga setuju membayar Rp 5 ribu untuk biaya angkut sampah,” ujar pria 40 tahun ini.

Kemudian, lokasi yang mulanya tempat pembuangan sampah kini berubah total. Dengan tangan kreatif Sogik area bekas pembuangan sampah itu kini menjadi kolam bermain masyarakat.

“Tapi saya sebenarnya nggak kepikiran membuat kampung wisata ini. Awalnya hanya ingin masalah sampah teratasi, gitu saja. Eh nggak tahunya sekarang seperti ini,” imbuhnya.

Sekarang ini, bekas pembuangan sampah itu menjadi kolam bermain yang dinamai  De Berran.

Terdapat tiga kolam renang dengan ukuran beragam. Kedalaman air ada yang 100 centimeter, 150 centimeter dan 80 centimeter. Satu kolam lebarnya ada yang 50 hingga 200 meter persegi.

Ia memiliki ide membuat kolam bermain itu karena banyak masyarakat yang ingin berenang namun tidak ada sarananya. Untuk berwisata di tempat-tempat wisata yang ada masyarakat juga tidak mampu secara finansial.

“Awalnya karena banyak permintaan dibuatkan kolam renang. Kemudian melihat banyak warga sekitar yang nggak bisa berwisata di tempat wisata di Kota Batu karena mahal. Karena itu, saya membuat kampung wisata untuk kelas menengah ke bawah,” beber alumnus Universitas Gajahyana Malang ini.

Meski baru terbangun 40 persen, setiap minggunya sudah ada ratusan warga Kota Batu dan beberapa daerah lain ke De Berran.

Selain karena tiket masuknya hanya Rp 2 ribu, tempat ini sejuk karena dikelilingi pepohonan. 

Kelebihan De Berran ini adalah airnya yang jernih karena bersumber dari mata air langsung. Uniknya, jika bermain di tempat wisata lain wisatawan tidak diperbolehkan membawa makanan. Di sana sangat diperbolehkan. Sebab wisata ini adalah wisata keluarga.

Saat ini wisata bermain ini sedang membangun rumah minang. Di rumah ini pengunjung diperbolehkan masak, makan dan beristirahat sepuasnya.  

“Kelebihannya, di sini dekat sekali dengan sumber sehingga setiap hari airnya diganti. Kami ingin keluarga yang datang ke sini bisa benar-benar menikmati liburan tanpa perlu mengeluarkan biaya besar,” tutup Sogik.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->