Pelajar Disabilitas Diajak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di SLBN Kota Batu

Beberapa anak disabilitas bersama mulai menggodok gigi di halaman SLBN Kota Batu, Sabtu (10/2/2018). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Beberapa anak disabilitas bersama mulai menggodok gigi di halaman SLBN Kota Batu, Sabtu (10/2/2018). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

Di tengah keterbatasan fisik, sejumlah 95 pelajar Sekolah Luar Biasa Negeri Kota Batu ini asyik menggosok gigi bersama-sama di halaman sekolah mereka. Ya mereka sedang melakukan kegiatan sikat gigi bersama yang digelar oleh SLBN Kota Batu dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (10/2/2018).

Setiap kelompoknya didampingi oleh guru mereka, untuk menerjemahkan instruksi sebab disabilitas yang mengikuti meliputi tunadaksa, tunarungu, autis, dan sebagianya. Para siswa mulai gosok gigi setelah mendapatkan instruksi dari dokter yang mendampingi. 

Awalnya siswa mulai mengoleskan pasta gigi di sikat gigi secukupnya. Baru mulai menggosok gigi bagian atas, depan, kanan kiri, secara vertikal dan memutar.

Untuk bagian dalam harus menggosokkan secara horizontal. Di bagian belakang menggosoknya harus memutar, dari gusi ke gigi.

Proses sikat gigi harus dilakukan minimal selama dua menit. Saat melangsungkan proses sikat gigi mereka sangat antusias meski ada beberapa pelajar takut untuk melakukan gosok gigi.

Seperti halnya Bagus Wahyu Erwin Setyawan, siswa Kelas XII SLBN Kota Batu mengatakan sangat antusias bisa sikat gigi bersama-sama. Karena ia ingin menjaga gigi dan mulutnya sehat dan bersih.

“Senang sekali bisa gosok gigi bersama-sama, soalnya sebelumnya belum pernah seperti ini. Lalu biar giginya bersih dan putih,” ungkap Bagus.

Selain itu, Kepala SLBN Kota Batu Siti Muawanah Mariyam menjelaskan kegiatan sikat gigi itu menjadi kegiatan pertama kalinya. Dengan kegiatan tersebut supaya bisa diterapkan di rumah masing-masing, sebab telah mendapatkan pengetahuan cara menggosok gigi dan menjaga kesehatan mulut yang baik dan benar.

“Anak-anak sangat antusias. Walaupun ada seperti penyandang tuna daksa agak susah diajak. Kegiatan ini juga membiasakan kalau di rumah rajin gosok gigi. 

“Terkadang ada juga yang gak mau di rumah tapi di sekolah mau gosok gigi. Di rumah gak mandi ya di sekolah dimandiin, ya pembiasaan,” ucap perempuan yang akrab disapa Ana ini.

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKG UB drg Prasetyo Adi menambahkan jika kegiatan ini digelar khusus untuk anak penyandang disabilitas. Melihat selama ini kegiatan tentang gigi seringkali digelar di sekolah yang normal. 

Sebab Anak Berkebutuhan Khusus juga penerus generasi Indonesia yang juga perlu diperhatikan masalah kesehatan gigi dan mulutnya. “Kalau selama ini banyak kegiatan gosok gigi bersama di sekolah normal, tapi sekarang kami ingin menyasar ABK dengan penanganan yang profesional . Ya semoga ini bisa menjadi agenda rutin nantinya,” tutup Prasetyo. 

Selain itu bagi wali murid juga mendapatkan edukasi pasca pencabutan gigi. Diharapakan orangtua bisa meningatkan kedisiplinan membersihkan dan menjaga kesehatan mulut.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com