Pemkot Batu Bakal Tambah Rest Area di Jalibar

Lokasi rest area di area Jalibar dengan memnfaatkan tanah kas Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Lokasi rest area di area Jalibar dengan memnfaatkan tanah kas Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Kota Batu bakal punya satu lagi rest area di area jalibar (jalan lingkar barat) di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Hal tersebut sudah selesai dilakukan pengkajian oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu.

 

“Kita akan ada tambahan satu lagi rest area di area Jalibar. Dan rest area ini sudah selesai dikaji tinggal direalisasikan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparta Kota Batu, Imam Suryono, Minggu (11/2/2018).

 

Hanya saja kapan rest area ini akan direalisasi masih belum diketahui kepastiannya. “Walaupun kami sudah mengkaji untuk rest area ini, tapi masih belum tahu kapan realisasinya. Nanti kita masih akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan dan beberapa dinas lainnya,” imbuhnya saat ditemui di Coban Rais, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu.

 

Ia menjelaskan rest area itu akan dibangun diatas tanah kas Desa Oro-Oro Kecamatan Batu. Dari luas tanah yang dimiliki yakni 40 hektar,  hanya akan digunakan 3000 meter persegi saja.

Selain rest area di sana bakal menjadi wadah bagi pedagang kaki lima. Lokasi itu nanti ditata sedemikian rupa agar nyaman dan terkesan elegan.

 

Tidak seperti sekarang yang ditempati penjual seenaknya. Diketahui hingga saat ini sudah banyak berjajar pedagang kaki lima yang berjualan di sana.

 

Rest area juga menjadi salah satu cara supaya peletakan warung jauh lebih rapi dan tertata. Sebab rest area ini juga akan menjadi sentralisasi wisata jalibar.

 

Menurut Imam penambahan rest area ini menggali potensi wisata yang ada di desa tersebut. Sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat Desa Oro-Oro Ombo.

 

Apalagi lokasi yang berada di lereng Gunung Panderman ini bisa menyuguhkan panorama Kota Malang dari atas, menjadi salah satu kelebihannya. “Mulanya yang punya ide ini adalah kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Oro-oro Ombo,” tutupnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com