Bupati Malang Rendra Kresna Bagi-Bagi Angpao Spesial, Ternyata Ini Isinya

Bupati Malang Rendra Kresna saat membagikan angpao di pusat perbelanjaan kawasan Jalan Veteran Kota Malang, Kamis (15/2/2018) sore (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna saat membagikan angpao di pusat perbelanjaan kawasan Jalan Veteran Kota Malang, Kamis (15/2/2018) sore (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jelang perayaan Imlek yang tinggal beberapa hari saja,  Bupati Malang Dr H Rendra Kresna tampaknya tidak mau melewatkan momen ini begitu saja.

Turut hadir dalam kemeriahan imlek di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Jalan Veteran Kota Malang pada Kamis (15/2/2018) sore, Rendra bagi-bagi angpao. 

Amplop warna merah itu seketika menjadi buruan para hadirin yang kompak mengenakan pakaian serba merah khas busana tradisional Tiongkok. 

Di antara para undangan ada Kepala Kanwil BNI Malang Yessi Kurnia. Wajah cantiknya tidak henti berseri saat menerima amplop merah dari sang bupati. 

Tidak hanya Yessi, Ketua DPD Partai Perindo Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly juga mendapat angpao. Mengenakan setelan blazer dipadu pashmina warna coklat, wajah Nelly tak henti tersenyum. 

Angpao yang diberikan oleh Rendra Kresna spesial. Bila biasanya amplop merah berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek, angpao sang bupati berbeda. Angpao berisi voucher top-up layanan e-money keluaran LippoX yakni OVO.

Direktur Malang Town Square (Matos) Fifi Trisjanti menjelaskan OVO mencoba mengakomodasi berbagai kebutuhan terkait dengan cashless dan mobile payment. 

"Aplikasi OVO saat ini tersedia untuk platform Android dan iOS. OVO menggunakan sistem poin reward, yang disebut dengan OVO Point, untuk menjaga dan meningkatkan traksi pengguna," papar Fifi. 

Sementara itu, di sela-sela acara perayaan imlek Bupati Malang Rendra Kresna mengaku senang ikut merayakan momen imlek di Kota Malang. Angpao yang ia bagikan berisi e-money mulai dari angka Rp 50.000 hingga ratusan ribu rupiah. 

Kepada MalangTIMES, Bupati kelahiran Pamekasan itu mengaku di Kabupaten Malang jarang ada perayaan imlek.

"Banyak warga keturunan yang merayakan tapi mereka jarang terekspos. Karena memang tidak terlalu banyak jumlah warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Malang," kata Rendra singkat. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
-->
  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->