Bersatu Perangi Kekerasan Perempuan dan Anak, Bagaimana Caranya?

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto (kiri) bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (kanan) menunjukkan hasil MoU di Golden Tulip, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kamis (1/3/2018). (Foto: istimewa)
Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto (kiri) bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (kanan) menunjukkan hasil MoU di Golden Tulip, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kamis (1/3/2018). (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Korban kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Batu mendapat perhatian lebih dari Polres Batu dan Pemkot Batu. Hal tersebut dilakukan dengan adanya kegiatan Fokus Grup Diskusi (FGD) tentang perlindungan perempuan dan anak.

“Polres Batu mengadakan kegiatan ini untun memerangi kekerasan perempuan. Bermula dari banyaknya kasus yang terjadi di Polres Batu,” ungkap Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Kamis (1/3/2018).

FGD ini digelar sekaligus upaya untuk menginisiasi dan mengajak stake holder serta masyarakat dalam melakukan inovasi untuk memerangi kasus tersebut. Dengan menggandeng Stake Holder Kota Batu dapat menyatukan komitmen dalam rangka mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Acara itu dihadiri kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari Forpimda Kota Batu, dan Tokoh Agama Kota Batu.

“Sudah lama ingin menggelar even ini, tapi bisa berjalan jika ada kerjasama dengan daerah, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini bukan hanya produk tapi harusa ada actionnya. Disepakati dengan adanya MoU,” imbuhnya. 

Ya, pembahasan ini diseriusi dengan adanya MoU dilakukan Polres Batu dengan Satpol PP Kota Batu, Dinas Pendidikan Kota Batu, Dinas Kesehatan Kota Batu, dan Dinas Sosial Kota Batu. MoU itu dilakukan dengan adanya sinergi dan kalaborasi dalam seluruh kegiatan Pemkot Batu dan Polres Batu.

Ia menjelaskan juga perlu adanya standard operating procedure (SOP) penanganan korban paska trauma. Lalu saat proses penyidikan, penyidik yang menangani sesuai dengan jenis kelamin korban.

“Jadi saya ingin ada SOP penanganannya, kemudian kalau bisa saat penyidikan nanti yang menyidik harus disamakan jenis kelaminnya. Semisal korban perempuan ya penyidik harus perempuan juga,” jelas Budi.

Selain itu, Budi juga meminta segala hal terkait dengan perlindungan perempuan dan anak ini terus diinformasikan kepada Polres Batu ataupun sebaliknya. 

Ia pun berharap dengan adanya kegiatan FGD tersebut  dapat meminimalisir kejahatan terhadap perempuan dan anak, dapat memulihkan psikis korban.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengapresiasi kegiatan FGD yang digelar Polres Batu. Sebab hal tersebut sesuai dengan visi dan misi dalam rangka perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Menyikapi hal tersebut rencananya Dewanti bakal membuat rumah aman bagi perempuan dan anak khusus korban kekerasan di Kota Batu. “Saya berkeinginan kedepannya ingin membuat safe house untuk melindungi mereka (anak-perempuan) korban kekerasan. Supaya mereka aman dan tidak trauma,” ujar Dewanti.

Ia pun berkeinginan kedepannya dengan adanya MoU ini Polres Batu bersama Pemkot Batu bersinergi untuk menekan angka kekerasan di Kota Batu.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Bayu Pradana
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->