Besul Letucce Siap Gebrak Kampung Ekologi, Bagaimana Konsepnya?

Sketsa rancangan Besul Letucce yang bakal dikembangkan di Kampung Ekologi. (Foto: Lurah Temas for BatuTIMES)
Sketsa rancangan Besul Letucce yang bakal dikembangkan di Kampung Ekologi. (Foto: Lurah Temas for BatuTIMES)

Sukses di tahun pertama menjadi kampung ramah lingkungan, yang dikunjungi 2 ribu wisatawan di Indonesia, tak membuat Kampung Ekologi, Kelurahan Temas Kecamatan Batu berpuas. Dengan target kunjungan di tahun 2018 4 ribu wisatawan penambahan wahana bakal terus dilakukan.

"Tentunya dengan adanya target 4 ribu itu perlu adanya penambahan wahan lagi. Penambahan itu perlu karena untuk menambah daya tarik pengunjung," kata Lurah Temas, Bambang Haru Suliyan, Sabtu (3/3/2018).

Penambahan wahana itu tentunya selain sebagai sarana edukasi juga terdapat swafoto yang menarik dan unik. Wahana baru yang sudah direncanakan itu namanya Besul Letucce.

"Besul itu namanya kampung ini (kampung ekologi), Letucce diambil dari bahasa Inggris sayur selada, sehingga kami beri nama Besul Letucce," ungkapnya.

Nantinya Besul Letucee itu merupakan hamparan pertanian sayur Letucce atau hamparan lembah sayur selada, yang kemudian di atas tanaman ini akan diberikan jembatan. Jembatan ini akan dibuat membentuk cinta yang juga sarana untuk spot swafoto.

Ia menjelaskan penambahan spot ini sekaligus untuk mengembangkan potensi daerah Kampung Ekologi. Karena memang di sana banyak terdapat pertanian selada air. Kemudian juga bakal ada penambahan spot swafoto lainnya.

"Karena memang di sini daerah pertanian, dan banyak juga pertanian selada, sehingga kami kembangkan jadi wisata edukasinya," jelas Bambang kepada BatuTIMES.

Menurutnya perencanaan Besul Letucce sudah matang, untuk pembangunan ia berharap bisa berjalan tahun ini. Namun ia masih membutuhkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengembangkan wisata ini.

"Kalau rencananya ingin dibangun tahun ini, tapi kami membutuhkan CSR untuk mewujudkan wisata ini. Ya berharap semoga ada CSR," harapnya.

Diketahui saat ini di sana sudah terdapat delapan gang tematik yang dipenuhi bunga-bunga dan mural. Lalu juga edukasi pertanian organik dan mengolah sampah menjadi barang memiliki nilai. 

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->