Lama Terdiam, Air Mancur di Balai Kota Among Tani Menari Lagi

Taman Balai Kota Among Tani yang dilengkapi dengan air mancur menari ini luasannya hampir sama dengan Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Taman Balai Kota Among Tani yang dilengkapi dengan air mancur menari ini luasannya hampir sama dengan Alun-Alun Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

BATUTIMES - Sempat mangkrak, akhirnya air mancur menari lagi di Balai Kota Among Tani, Jl Panglima Sudirman, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Sebelumnya memang air mancur yang dikonsep menari ini tidak berfungsi cukup lama.

Sebelumnya taman senilai Rp 10,8 miliar itu terdapat air mancur menari yang sejak tahun baru 2017 lalu sudah dioperasionalkan. Namun dalam waktu cukup lama, hampir satu tahun air mancur ini mati dan sempat membuat kecewa wisatawan dan warga sekitar.

Bagi mereka sangat menyenangkan bisa menyaksikan air mancur menari dengan gratis. Karena itu, hadirnya air mancur menari yang sudah bisa menari lagi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Memang taman yang luasnya hampir sama dengan Alun- Alun Kota Batu ini merupakan ruang publik yang bisa dikunjungi oleh masyarakat sekitar maupun wisatawan, sehingga bisa didatangi kapan pun untuk bersantai. 

Salah satu pengunjung, Annisa Fitria warga Kecamatan Pujon mengatakan Taman Balai Kota Among Tani ini menjadi salah satu alternatif tempat untuk bersantai. Karena menurutnya Taman Balai Kota memiliki spot berswafoto yang beragam dan menarik.

Lalu yang membuatnya nyaman berada di taman itu karena hadirnya air mancur menari yang membuatnya terkesan dan cukup menghibur. “Sangat menghibur ya, karena jarang-jarang kita bisa lihat air mancur menari. Ada di Batu Night Spectaculer (BNS) tapi kan harus bayar, dan di sini gratis,” kata Annisa, Senin (5/3/2018).

Ya, sebelumnya ia juga sempat kecewa karena air mancur menari sempat tidak berfungsi cukup lama. “Sebelumnya memang saya sempat kecewa, waktu ke sini karena kok air mancurnya gak nyala. Saya pikir hanya sebentar, tapi lha kok lama. Dan sekarang senang bisa berfungsi lagi,” ujar perempuan 18 tahun ini.

Hanya saja ada yang berbeda dengan air mancur menari ini, tarian yang dari air mancur tidak seperti sebelumnya. Jika sebelumnya tariannya dan gaya cukup beragam, saat ini tidak terlalu banyak gaya tariannya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->