Bocah SMP Cabuli Tiga Siswa SD (1)

Jelang Ujian Nasional, Siswa SMP Kabupaten Malang Ditahan karena Sodomi Tiga Anak SD

Dua korban yang masih duduk di bangku SD ketika diwawancarai MalangTIMES di Mapolres Malang sekitar pukul 23.00, Selasa (6/3/2018)
Dua korban yang masih duduk di bangku SD ketika diwawancarai MalangTIMES di Mapolres Malang sekitar pukul 23.00, Selasa (6/3/2018)

BATUTIMES - Dunia Pendidikan Kabupaten Malang gempar. Kegemparan itu dipicu karena kasus sodomi yang dilakukan bocah SMP negeri di Tirtoyudo berinisial FIP (15), kelas IX. Dan yang menjadi korban asusila adalah tiga bocah di bawah umur yang baru duduk di bangku SD. Ketiga korban tersebut adalah RI (10), MR (10), dan A (9).

Kasus sodomi tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak satu tahun lalu. Namun baru terbongkar pada Selasa (6/3/2018) malam. Terkuaknya kasus tersebut bukan laporan dari para korban. Perilaku menyimpang itu tercium petugas kepolisian justru karena perbuatan salah satu korban yang melakukan perbuatan tak senonoh kepada teman lainnya berinisial F (10).

”Ceritanya begini. Kasus terbongkar setelah A yang menjadi korban sodomi FIP melakukan perbuatan tak senonoh. A menyuruh teman sepermainannya, yakni F untuk membuka baju dan celananya. Nah, F inilah yang kemudian lapor kepada orang tuanya,” terang salah satu ibu korban.

Saat itu, sekitar satu minggu yang lalu, A dan F bermain di rumahnya A di Desa Gadungsari, Kecamatan Tirtoyudo. Untungnya, perbuatan menyimpang urung terjadi, karena keburu ketahuan oleh ibu A.

Setelah kejadian tersebut, F kemudian menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya. Selanjutnya, orang tua F ini kemudian melaporkan apa yang dialami anaknya tersebut ke sekolah pada Jumat (2/3/2018) lalu. Kebetulan korban sodomi RI, MR, A, maupun F tersebut bersekolah di SD yang sama, di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Ampelgading.

Kemudian, berdasarkan laporan dari orang tua F, sekolah melakukan penelusuran. Dan dari penelusuran itulah diketahui bahwa A melakukan perbuatan jorok kepada F karena adanya pengalaman yang tak menyenangkan.

A menerangkan kepada guru sekolah, bahwa dia juga pernah menjadi korban perbuatan yang dilakukan oleh siswa SMP bernama FIP, setahun lalu. Setelah mendapatkan pengakuan tersebut, pada hari Sabtu (3/3/2018), sekolah memanggil tiga wali murid yang anaknya pernah menjadi korban sodomi. Termasuk juga memanggil wali murid F, anak yang hampir saja disodomi oleh rekan seusianya itu.

Setelah dikumpulkan di sekolah, para orang tua ini juga sebenarnya sudah dikumpulkan oleh pengurus rumah tangga (RT). Kebetulan pelaku sodomi dan tiga korban, termasuk F masih saling bertetangga di Desa Gadungsari. Dan hingga akhirnya, kasus ini dilaporkan ke Polres Malang pada Selasa malam dan prosesnya berlarut hingga tengah malam.

FIP sendiri berdasarkan pengamatan wartawan MalangTIMES, masih menjalani pemeriksaan dan ditahan di mapolres. ”Saya tak tahu harus bagaimana. Anak saya ini kan habis ini mau ujian nasional. Dan dia sudah beberapa kali ikut tryout. Dia terus menananyakan bagaimana dengan ujiannya. Apakah dia bias ikut ujian,” kata SF, ibu FIP.

Bagaimana pengakuan para anak-anak yang menjadi korban sodomi ini? Wartawan MalangTIMES telah berhasil mendapatkan wawancara dari para anak-anak yang telah menjadi korban dalam bentuk video. Mereka diwawancarai media berjejaring terbesar di Indonesia ini di sela-sela pemeriksaan yang dilakukan polisi pada Selasa tengah malam lalu.  

Ingin tahu juga bagaimana perasaan orang tua FIP, pelaku sodomi? Termasuk juga ingin mengetahui apa saja kegiatan yang dilakukan para siswa SD yang diperiksa polisi pada tengah malam? Simak dan ikuti kisahnya terus di MalangTIMES.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Bayu Pradana
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com