Bocah SMP Sodomi Tiga Anak SD (2)

Awalnya Disuruh Curi Celana Dalam, Ini Video Pengakuan Anak SD Yang Menjadi Korban Sodomi

A (kiri) dan RI ketika diwawancarai pada tengah malam di bawah tiang bendera yang terletak di Mapolres Malang, Selasa (6/3/2018) malam sekitar pukul 23.00.
A (kiri) dan RI ketika diwawancarai pada tengah malam di bawah tiang bendera yang terletak di Mapolres Malang, Selasa (6/3/2018) malam sekitar pukul 23.00.

BATUTIMES - Selasa (6/3/2018) malam itu, sekitar pukul 22.45, terlihat lima bocah berkeluyuran di Mapolres Malang. Wajah mereka terlihat cerah dan ceria. Sepertinya tak ada rasa kantuk di wajah mereka.  Juga tak terlihat rasa ketakutan, gugup, bahkan traumatik di wajah para bocah.

Padahal, saat itu, tiga di antara bocah itu diperiksa karena kasus asusila yang pernah dilakukan FIP, pelaku sodomi yang duduk di bangku SMP negeri Tirtoyudo, kelas IX. Para korban sodomi tersebut adalah RI, MR, dan A. RI dan MR duduk di bangku kelas IV.  Sedangkan A masih duduk di bangku kelas II.

Selain mereka bertiga, masih ada F, siswa kelas IV SD. F ini adalah bocah yang hampir menjadi korban sodomi oleh A. Untungnya, perilaku A ini segera diketahui orang tuanya. Sehingga yang tak senonoh yang  akan dilakukan A terhadap teman sepermainannya itu bisa digagalkan.  Keempat bocah itu bersekolah di tempat yang sama di sebuah SD di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

A sendiri ketika ditanyakan mengenai apa yang dilakukannya, akhirnya mengungkapkan bahwa dia melakukan seperti itu karena meniru apa yang pernah dialaminya. Yakni menjadi korban sodomi yang dilakukan oleh FIP.

Ketika MalangTIMES, media online berjejaring terbesar di Indonesia, mendatangi Mapolres Malang, mereka terlihat sedang asyik bermain. Terkadang juga mereka berkejar-kejaran. Nah, di tengah permainan di tengah malam itu, MalangTIMES berhasil mewawancarai dua korban sodomi. Yakni A dan RI.

Ketika diwawancarai, para bocah SD tersebut juga terlihat tidak canggung. Mereka juga dengan lugas menceritakan apa yang pernah dialaminya. ”Kami di sini karena diperiksa polisi terkait dengan yang perbuatan yang jorok-jorok,” kata RI dengan lugas ketika ditanya mengapa di tengah malam itu mereka sedang berada di kantor polisi.

”Saya dan teman-teman ini semuanya dari Tirtoyudo. Katanya mau diperiksa Pak Polisi,” tambah RI sambal masih meneruskan permainan dengan para teman-temannya yang juga menjadi korban sodomi.

Akhirnya, RI dan A sempat menyempatkan mengobrol dengan wartawan MalangTIMES di bawah tiang bendera yang berada di halaman depan Mapolres Malang. Sejenak keduanya menghentikan permainan mereka. Wawancara dilakukan sekitar pukul 23.00.

”Awalnya kita main layang-layang, tapi kemudian diajak di dalam kamar. Setelah itu, Mas Y (panggilan akrab FIP) melakukan sesuatu. Saat itu saya masih kelas I. Sekarang saya sudah kelas II. Saya disuruh tidak boleh melaporkan kepada siapapun,” terang A.

Tapi sebelum dimasukkan kamar, mereka sebenarnya disuruh FIP untuk mencuri celana dalam milik tetangga korban. ”Saya disuruh mencuri celana dalam milik wanita tetangga. Tapi saya tidak tahu untuk apa celana dalam itu,” tambah A.

Hal senada juga diungkapkan oleh RI. ”Saat itu saya masih kelas III, sekarang sudah kelas IV. Saya disuruh masuk ke kamarnya. Mas Y itu tetangga saya,” ujar RI.

Menurut mereka berdua, setelah kejadian itu, mereka memang tak pernah melaporkan kasus tersebut kepada orang tua atau siapapun. ”Karena Mas Y memang melarang kami untuk melaporkan kepada orang tua atau siapapun,” sambung A.

Walau pernah disodomi oleh FIP, namun ketiganya masih kerap bermain dengan pelaku. ”Saya hanya disodomi satu kali,” ucap A.

”Saya juga disodomi satu kali. Ya waktu itu saja, saat saya masih kelas III,” lanjut RI.

Bagaimana kisa selanjutnya, termasuk ketika para korban sodomi ini bermain di Mapolres Malang pada tengah malam, ikuti serial berikut. Termasuk juga pengakuan ibu pelaku.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : debyawan erlansyah
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->