Bandel, Panwas Kota Batu Terpaksa Copot lagi APK Liar

Salah satu APK Yang dicopot di daerah jalan Flamboyan, Kelurahan Songgokerto, Kecamtan Batu, Jumat (9/3/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu APK Yang dicopot di daerah jalan Flamboyan, Kelurahan Songgokerto, Kecamtan Batu, Jumat (9/3/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Lagi, Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kota Batu mencopoti Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa titik. Alasan pencopotan itu karena ukuran dan desain APK tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Totalnya APK yang melanggar aturan kampanye di Kota Batu ini ada 15 titik. Jumlah tersebut terhitung sejak 1-7 Maret lalu. APK yang dilanggar itu ada dua jenis yakni baliho dan spanduk. 

Pencopotan ini dilakukan oleh Satpol PP Kota Batu dan Panwas Kota Batu secara berpencar di masing-masing kecamatan.  Seperti halnya di jalan Flamboyan, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu Jumat (9/3/2018), di sana petugas melepas APK pasangan calon (APK) nomor 1 yakni Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Dardak yang terpasang ditembok milik warga setempat. 

Selain itu Panwas Kota Batu melepas di beberapa titik antara lain di Kelurahan Ngaglik terdapat dua titik, Desa Pesanggrahan ada satu titik, Kelurahan Songgokerto ada satu titik, Kelurahan Sisir ada satu titik, Desa Sumberejo ada satu titik, Desa Sidomulyo ada tiga titik, Desa Sumber Brantas satu titik, Desa Gunungsari satu titik, dan Desa Mojorejo ada dua titik. 

"APK pilgub Jatim 2018 yang dicopot sebanyak 7 APK baliho pasangan nomor 1 dan 8 buah spanduk dan baliho paslon nomor 2," ungkap Ketua Panwas Kota Batu Abdur Rochman.

Ia menjelaskan sebelumnya pihak sudah melakukan pencopotan  15 APK liar di Kota Batu. Dengan demikian hingga pencopotan kali ini terdapat 30 APK liar yang telah diamankan.

Ya pihaknya bekerjasama dengan Satpol PP akan terus melakukan mencopoti APK liar jika mendapati yang tidak sesuai prosedur. "Kami akan mencopoti APK liar jika mendapat yang tidak sesuai dengan prosedur pastinya," katanya. 

Ia mengatakan penertiban itu dilakukan karena belum ada keputusan dari KPU Jatim terkait desain untuk APK dan Alat Peraga Sosialisasi (APS). Nantinya jika sudah ada prosedur terkait APK dan pemasangannya harus di lokasi yang sudah ditentukan.

Oleh sebab itu pihaknya akan terus menertibkan APK hingga ada keputusan dari KPU  terkait desain untuk APK. "Kami akan terus menertibkan sampai keputusannya ada," tutup Rochman.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Zaldi Deo
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->