Ternyata Kendaraan Lawas Koleksi Museum Angkut masih Berfungsi

Koleksi alat transportasi roda dua dari masa ke masa yang dipamerkan di Gangster Town, Museum Angkut, Jumat (9/3/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Koleksi alat transportasi roda dua dari masa ke masa yang dipamerkan di Gangster Town, Museum Angkut, Jumat (9/3/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Untuk membuktikan alat transportasi koleksi Museum Angkut berfungsi,  dalam Ulang Tahun ke-4 dipamerkan kisah awal munculnya sepeda di Gangster Town Museum Angkut. Totalnya ada lima kendaraan beroda dua, Jumat (9/3/2018).

Satu per satu alat transportasi itu yang dikendarai oleh petugas Museum Angkut mulai dikayuh di zona Gangster Town Museum Angkut. Mulai dari safety bicycle buatan tahun 1818 dari Jerman. 

Lalu sepeda herculas buatan Inggris tahun 1930. Lainnya sepeda zundapp combinette buatan Jerman tahun 1962. Kemudian ada sepeda nimbus buatan Inggris tahun 1938 dan yang paling moder mobil listri yakni Aristo.

Para pengunjung pun langsung tertarik dan merapatkan barisan untuk menyaksikan atraksi alat transportasi tersebut. Ya dalam atraksi tersebut Museum Angkut menunjukkan kepada pengunjung tentang History of Transportation. 

Sebab di sana dijelaskan  mulanya alat transportasi hadir bermula dari sepeda uap. Kemudian muncullah sepeda tempel hingga bermunculan sepeda-sepeda dari masa ke masa hingga saat ini mobil listrik.

“Dalam Ulang Tahun kita kami kemas menunjukkan bahwa alat transportasi di sini 90 persen bisa berfungsi. Sekaligus jadi edukasi pengunjung,” ungkap Supervisor Public Relation Museum Angkut Nunuk Liantin mengatakan 

Ia menjelaskan adanya parade History of Transportation untuk menunjukkan rangkaian sejarah mulanya transportasi terbentuk. Sekaligus memberikan service kepada pengunjung yang datang. 

Sementara M. Fadli pengunjung asal Banyuwangi ini mengaku terkejut dengan parade alat transportasi sari koleksi yang dipamerkan di Gangster Town Museum Angkut. Sebab ia berpikir tidak semua alat transportasi di Museum Angkut bisa berfungsi.

“Keren ya ternyata alat transportasi di sini masih bisa digunakan semuanya. Saya pikir itu separuhnya saja yang bisa,” ujar Fadli kepada BatuTIMES.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->