BPJS Ketenagakerjaan Laporkan 106 Perusahaan di Kota Batu ke Kejaksaan, Ada Apa?

Ilustrasi BPJS Ketanagakerjaan (Foto via tribunnews.com)
Ilustrasi BPJS Ketanagakerjaan (Foto via tribunnews.com)

BATUTIMES – Banyaknya perusahaan di Kota Batu yang belum mendaftarkan karyawannya ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjadi catatan serius banyak pihak.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan terpaksa mengajukan sebanyak 106 Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan Negeri Kota Batu.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi DatunKejari Batu  I Nyoman Sugiartha menjelaskan mendaftarkan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan merupakan kewajiban perusahaan yang berbadan usaha itu sesuai dengan UU RI no 24 tahun 2011.

“Kan sudah jelas sesuai dengan UU-nya. Jadi sebagai badan usaha wajib mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Nyoma, Senin (12/3/2018).

Karena itu agar 106 badan usaha mendaftrakan mengikutsertakan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan, Kejari ikut melakukan sosilisasi terkait hal tersebut. Sosialisasi itu rupanya mulai membuahkan hasil.

Buktinya, setelah sosialisasi dilakukan ada 16 badan usaha yang mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian masih ada 90 badan usaha yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

“Setelah kami mengundang semua 106 badan usaha di Kota Batu itu, akhirnya ada 16 badan usaha langsung mendaftarkan karyawannya,” imbunya kepada BatuTIMES.

Ia menjelaskan jika badan usaha tersebut tidak segera mendaftarkan karyawannya akan mendapatkan sanksi.  Ada tiga sanksi, yang pertama teguran secara tertulis.

Jika terguran pertama tidak digubris maka akan dilayangkan sanksi kedua. Sanki kedua itu adalah denda. Sanksi terakhir adalah tidak mendapatkan pelayanan publik.

“Tentunya kalau masih tidak mendaftkarkan karyawannya badan usaha itu akan mendpatkan sanksi. Karena itu sebagian badan usaha sudah cepat bergerak, sebab kita akan bertindak tegas,” kata pria asal Bali ini.

106 badan usaha di Kota Batu itu terdiri dari perhotelan, restoran, notaris, koperasi, dan sebagainya. Hingga saat ini Kejari Kota Batu masih belum memberlakukan teguran.

“Kami masih memberikan waktu, tapi kalau sudah melampaui batas akhir ya langsung kami beri sanksi. Di tahun 2018 ini dtargetkan semua sudah mendaftar,” tutupnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Bayu Pradana
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->