Bupati Rendra Kresna: Saatnya Desa Ciptakan Pasarnya Sendiri Lewat BUMDesa

Bupati Malang Rendra Kresna saat meninjau produk unggulan BUMDesa di Desa Ketawang, Gondanglegi, Senin (12/03) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna saat meninjau produk unggulan BUMDesa di Desa Ketawang, Gondanglegi, Senin (12/03) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

BATUTIMES - Perubahan kondisi desa dari sistem tradisional ke arah perkembangan zaman yang memposisikan 'pasar' sebagai lokomotif perekonomian, menjadi fokus perhatian pemerintah. 

Dari pusat sampai tingkat daerah,  berbagai potensi yang bisa menjadi sentral ekonomi kerakyatan masyarakat desa, dipacu pertumbuhannya. Maka, tak salah kalau Bupati Malang Rendra Kresna menyampaikan dalam acara peresmian Swalayan BUMDesa Ketawang, Gondanglegi, desa perlu menjadi pasar. 

"Saatnya desa menggali berbagai potensinya untuk mewujudkan pasar bagi masyarakatnya. Sehingga berbagai kebutuhannya bisa diwadahi sendiri," kata Rendra Kresna, Senin (12/03). 

Pemenuhan kebutuhan masyarakat desa di tengah arus pasar yang semakin deras masuk dari  berbagai pihak ke tingkat desa, tentunya menjadi ancaman dan peluang dalam menguatkan perekonomian rakyat. 

Dari sisi ancaman, masyarakat desa yang tidak menggali potensi yang ada, akan terjebak menjadi konsumen semata. Perputaran uang tidak bisa kembali untuk kebutuhan masyarakat desa itu sendiri. Sedangkan peluangnya, bagi desa yang sigap menggali dan mengembangkan potensi yang ada,  akan berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. 

Lewat BUMDesa, potensi yang ada di desa akan teroptimalkan manfaatnya bagi masyarakat. "Maka saya memberikan apresiasi kepada Desa Ketawang yang jeli menangkap peluang dan menjadikan desanya pasar bagi masyarakatnya," ujar Rendra. 

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur (Jatim) ini melanjutkan, kearifan dalam menciptakan pasar di desa ini pun menjadi kekuatan dalam mendistribusikan keuntungan pada masyarakat yang memiliki usaha. \

"Swalayan BUMDesa Ketawang ini bergerak di bidang grosir,  bukan retail. Sehingga akan menguntungkan mitra-mitra yang ada di desanya. Misalnya, penjual perancangan di desa," ucap Rendra. 

Di tingkat pemerintah daerah, geliat penggalian potensi yang ada di desa melalui BUMDesa, akan diperkuat dengan berbagai kebijakan yang ada di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penguatan permodalan, misalnya, BUMDesa bisa mengakses program BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) di Dinas Koperasi. Selain juga dengan pihak bank yang memiliki program KUR. 

Karena, ucap Rendra, sampai saat ini KUR masih dinikmati oleh kalangan menengah. "Bukan oleh masyarakat desa yang memiliki usaha menengah kecil," imbuhnya. 

Rendra melanjutkan, usaha yang dilakukan Pemerintah Desa Ketawang, Gondanglegi, melalui Swalayan BUMDesa, patut ditiru dan direplikasi oleh desa lainnya. 

"Karena ini saatnya desa berkreasi melalui BUMDesa dengan menciptakan pasarnya sendiri. Desa-desa kita kaya akan potensi tersebut," pungkasnya. 

Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Bayu Pradana
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->