Setiap Bulan Warga Tak Mampu di Batu Dapat Jatah 10 Kg Beras dari Pemkot

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan bantuan sosial pangan beras kepada warga kurang mampu di Balai Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Selasa (20/3/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan bantuan sosial pangan beras kepada warga kurang mampu di Balai Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Selasa (20/3/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Wajah sumringah datang dari masyarakat kurang mampu sejumlah 2812 Kartu Keluarga (KK) di Kota Batu. Sebab mereka menerima bantuan sosial pangan dari Pemkot Batu melalui Dinas Ketahan Pangan yang setiap bulannya sebanyak 10 kilogram beras.

Seperti halnya pembagian beras di Balai Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Selasa (20/3/2018). Di sana ada 162 KK yang menerima bantuan sosial pangan yakni beras yang diberikan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Masing-masing dari mereka menerima 10 kilogram beras dengan cuma-cuma alias tidak membayar. Bantuan tersebut diberikan sebagai komitmen Pemkot Batu untuk peningkatan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga, dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat kurang mampu.

"Bisa dikatakan di Jawa Timur Pemkot yang memberikan bantuan beras setiap bulannya hanya ada di Kota Batu," ungkap Punjul usai menyerahkan bantuan, Selasa (20/3/2018). 

Ia menjelaskan sebelumnya Pemkot Batu memberikan bantuan berupa beras itu hanya 5 kilogram. Namun saat ini bertambah menjadi 10 kilogram. Sekaligus sebagai pengganti bantuan raskin yang diberikan Pemerintah Pusat.

"Ini sebagai gantinya Raskin juga. Kalau raskin per kilogramnya harus bayar Rp 1.600 yang bantuan sekarang telah dihentikan," imbuhnya.

Menurutnya, bantuan ini sebagai upaya menjamin akses dan kecukupan pangan bagi warga kurang mampu. Termasuk mengurangi beban pengeluaran keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.

"Kalau setiap bulannya dulu harus mengeluarkan biaya buat beli beras, sekarang tidak perlu lagi. Dengan demikian akan membantu meringankan perekonomian keluarga," ujar politis PDIP ini

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Wiwik Nuryati mengungkapkan jika anggaran beras terhitung sejak bulan Februari hingga Desember mendatang yakni Rp 3,5 Miliar. Bantuan sosial pangan ini jika dibandingkan tahun 2017 mengalami penurunan.

Tahun 2017 ada 3.100 KK yang menerima bantuan, sedangkan tahun 2018 ada 2.812 KK. Dengan demikian mengalami penurunan 188 KK.

"Pengurangan itu disebabkan beberapa faktor seperti meninggal dunia atau keluarga yang dulu tidak mampu sekarang jadi mampu," ujar Wiwik.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Bayu Pradana
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->