Ajak Anak-anak Mencintai Alam, Kusuma Agrowisata Batu Gelar Lomba Mewarna

Lebih dari 500 anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi peserta lomba mewarna Kusuma Agrowisata Coloring Contest, Rabu (28/03/2018). (Foto: Kusuma Agrowisata for BatuTIMES)
Lebih dari 500 anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi peserta lomba mewarna Kusuma Agrowisata Coloring Contest, Rabu (28/03/2018). (Foto: Kusuma Agrowisata for BatuTIMES)

KOTA BATU - Kusuma Agrowisata Kota Batu menggelar lomba mewarna bertajuk Coloring Contest, Rabu (28/03/2018). Acara lomba bertema I Love Kusuma Agrowisata ini diperuntukkan bagi anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sebelum lomba, para peserta berkumpul di Amarilis Hall-Kusuma Agrowisata. Bak pelukis profesional, mereka telah membawa peralatan mewarna dan meja. Para bocah sungguh percaya diri dengan dandanan menggemaskan dan lucu.

Begitu lomba dimulai, peserta mulai meliuk-liukkan crayon di atas kertas gambar. Tangan-tangan mungil itu lincah mengisi setiap gambar dengan warna pilihan. Tarian crayon itu akhirnya menghasilkan gambar apik yang mencuri perhatian para juri.

Panitia menyediakan hadiah menarik. Untuk juara 1 mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500 ribu plus tropi dan piagam. Untuk juara 2 berhadiah Rp 300 ribu plus tropi dan piagam. Sedangkan juara 3 hadiahnya uang Rp 100 ribu, tropi dan piagam.

Lalu juara 4 mendapatkan doorprize, tropi dan piagam. Dan bagi juara 5 mendapatkan doorprize juga tropi plus piagam.

Dari sedikitnya 500 peserta yang ambil bagian, panitia telah memilih para juara. Untuk tingkat TK:  juara 1 Alina Lovita (TK Imanuel), juara 2 Zahirah Firdaus (TK Kartika). Lalu  juara 3 Khansa Tsabitah(TK Bhayangkari), juara , Callista (TK Maarif), dan juara 5 Naira (TK Al Anis).

Untuk tingkat PAUD: juara  1 Putri Azzahra (PAUD KLB), juara  2 Mezzaluna (PAUD Putih Melati), juara 3 Alana Tsabitha (PAUD Putih Melati). Sedangkan juara 4 (Rayhane dan juara 5 Keyla Bilgis (Paud SPS Anggrek).

W

Wimpi Daka Director Sales & Marketing Kusuma Agrowisata (dua dari kanan).

Wimpi Daka, Director Sales & Marketing Kusuma Agrowisata mengatakan, para peserta sangat antusias dan semangat.

Peserta tidak hanya datang dari wilayah Kota Batu. Namun ada juga peserta yang datang jauh-jauh dari luar kota: Sidoarjo, Surabaya dan Kota Malang.

"Diikuti 500 peserta, ini untuk memerebutkan Piala Kusuma Agrowisata," kata Wimpi kepada BatuTIMES di sela-sela memantau acara I Love Kusuma Agrowisata Contest.

Pria yang tinggal di Jalan Imam Bonjol ini menjelaskan, siswa tingkat TK dan PAUD diberikan tantangan mewarna alam sebagus mungkin. Agar kelak mereka tetap mencintai dan menjaga alam.

Dalam acara tersebut juga diisi berbagai acara. Seperti fashion show, dance serta bernyanyi. Ke depannya, Kusuma Agrowisata akan menggelar acara bergengsi untuk anak muda.

Yaitu lomba band antar sekolah pada bulan September 2018 mendatang. Lalu, ada festival musik pada Mei dan Agustus 2018.

Agrowisata Dirikan Museum Pertanian

Sementara itu, melalui perlombaan dan festival itu, Kusuma Agrowisata sekaligus ingin mengenalkan objek wisata alam kepada anak usia dini dan kepada masyarakat luas.

Sebab, di Kusuma Agrowisata yang memiliki lahan seluas 35 hektar tersebut terdapat berbagai macam tanaman. Sebagian besar tanaman buah untuk wisata petik. Seperti petik buah jeruk, jambu, stroberi, buah naga dan petik apel.

”Wisata petik di Kusuma jenis buahnya lengkap. Lokasinya berada di satu areal. Ini bisa menghemat waktu yang terbuang di jalan sehingga wisata lebih berkualitas,” ungkap Wimpi.

Untuk melengkapi fasilitas, dalam waktu dekat pihaknya melakukan pengembangan destinasi baru berwujud Museum Pertanian.

Museum ini dilengkapi taman bunga, dapur ndeso keso keso, pondok cangkrukan dan fasilitas lain.

Dengan demikian Kusuma Agrowisata menjadi kawasan wisata alam terlengkap ditunjang pula dengan hotel berbintang 4. Sehingga aktivitas apapun bisa dilakukan di tempat ini. ”Kusuma Agrowisata, a Place For Everything,” ungkap Wimpi. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->