Lestarikan Olahraga Tadisional Khas Kota Batu Pring Geprak

Peserta dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu sedang menunjukkan kelihaiannya dalam pring geprak di lapangan Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Sabtu(7/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Peserta dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu sedang menunjukkan kelihaiannya dalam pring geprak di lapangan Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Sabtu(7/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Festival menjadi salah satu cara yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Batu untuk melestarikan olahraga tradisional. Seperti halnya pada pagelaran menggelar Festival Olahraga Tradisional Kota Batu Tahun 2018. Festival yang pertama kalinya digelar untuk mencari bibit-bibit baru itu juga untuk mencari wakil Kota Batu di ajang tingkat Provinsi Jawa Timur. 

Kegiatan ini merupakan pembinaan olahraga yang berkembang di Masyarakat. Seperti yang ditampilkan oleh empat peserta dari empat desa yakni Desa Bulukerto, Desa Punten, Desa Pandanrejo dan Desa Tulungrejo di lapangan Desa Punten, Kecamatan Bumaji, Sabtu (7/4/2018).

Festival olahraga tradisional lebih ditonjolkan pada olahraga ‘Pring Geprak’ yang merupakan olahraga khas Kota Batu. Pada olahraga ini, seluruh orang menggunakan bambu sesuai dengan namanya. Sedangkan geprak diambil dari terdengarnya bunyi beradunya bambu dengan bambu.

Permainan ini disuguhkan antara empat sampai delapan orang. Dalam permainan ini diiringi musik tradisional. Semua atraksi ‘Pring Geprak’ mengandung unsur motorik gerak kurang lebih sebanyak 7 gerakan  kebugaran. 

Antara lain unsur  kecepatan. Kemudian unsur kekuatan ketika melakukan gerakan topang bambu dan ada peraga di atas membentuk tumpeng. Sedangkan unsur daya ledak ditunjukan saat mereka melakukan atraksi beradunya bambu.

Ada juga keseimbangan, kelenturan tubuh berupa gerakan rol depan, salto dan meroda. Kemudian koordinasi untuk mendapatkan harmonisasi dan rangkaian gerakan antara satu dengan yang lainnya.

Karena itu saat akan berganti gaya tarian ada salah satu orang yang memberikan instruksi. Selain itu dari beberapa peserta juga memberikan sentuhan pencak silat dalam pring geprak sehingga menghadirkan karya yang apik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Mistin menjelaskan festival pring geprak supaya masyarakat bisa berkompetisi. “Olahraga Pring Geprak ini merupakan kegiatan yang berlaku di masyakarat Kota Batu, karena itu kami festivalkan,” ungkap Mistin.

Ia menambahkan yang nantinya meraih juara satu bisa mewakili Kota Bati di tingkat Provinsi Jawa Timur. Sebab sebelumnya Dinas Pendidikan hanya menunjukkan kelompok tertentu untuk mewakili Kota Batu.

“Ini festival pertama, sebelumnya kami memilih sendiri untuk mewakili Kota Batu di provinsi dan tahun 2016 pernah juara 2 di tingkat nasional,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Selain itu tujuan adanya festival ini adalah mencari bibit-bibit atlet di kalangan masyarakat. Sekaligus mengasah kemampuan dalam olahraga tersebut.

Selain itu juga upaya untuk melestarikan olahraga tradisional di Kota Batu agar tidak punah. “Ini sekaligus melestarikan budaya melalui olahraga, ya semoga dengan festival ini bisa menemukan sesuatu yang bagus,” harap mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu ini. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Angga Lanuma
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->