Strategi Pemkot Batu Kembangkan Desa Wisata Menarik untuk Disimak

Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Batu dr Endang Triningsih (tengah), Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disparta Kota Batu Hasanatul Mardiyah dan narasumber Sugeng Handoko pengelola desa wisata Nglanggeran saat me
Asisten Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Batu dr Endang Triningsih (tengah), Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disparta Kota Batu Hasanatul Mardiyah dan narasumber Sugeng Handoko pengelola desa wisata Nglanggeran saat me

BATUTIMES - Strategi Pemkot Batu mengembangkan desa wisata yang ada menarik untuk dijadikan inspirasi bagi daerah lain.

Visi Kota Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’ Dinas Pariwisata Kota Batu terus diaplikasikan, salah satunya dengan menggelar pembinaan Pelaku Usaha Jasa Sarana Pariwisata di Desa Wisata di Balai Kota Among Tani, Selasa (10/4/2018).

Kegiatan ini bertujuan memantapkan 19 desa menjadi desa wisata yang mulai menjadi jujukan wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disparta Kota Batu, Hasanatul Mardiyah menjelaskan kegiatan ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari kepala desa, pengelola wisata, Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis), dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Ini adalah upaya mewujdkan visi Kota Batu yakni Desa Berdaya Kota Berjaya. Karena itu kita mempertemukan pihak desa dan Pemkot Batu agar tercipta sinergi yang baik di antara para pelaku wisata di Kota Batu,” ungkap perempuan yang disapa Didin ini. 

Ia menjelaskan untuk mewujudkannya ada  beberapa tahap yanh akan dilakukan. Mulai dari pengembangan produk, sumber daya manusia, manajemen dan kelembagaan, promosi dan pemasaran, hingga investasi.

Karena itu pada kegiatan ini Dinas Pariwisata juga mengundang Sugeng Handoko selaku pengelola desa wisata di Gunungkidul yang sudah terbukti maju.

“Dalam pembinaan ini kami sengaja mendatangkan salah satu narasumber yang memang desa wisatanya sudah maju. Karena itu perlu dicontoh bagaimana caranya mengembangkannya,” imbuhnya.

Menurutnya, ke depan pengembangan desa wisata bisa dialokasikan dalam Dana Desa (DD).

“Nantinya untuk pengembangan desa wisata bisa dialokasikan melalui DD,” jelas Didin. 

Semenatara itu, Asisten Bidang Pembangunan Setda Kota Batu, dr Endang Triningsih menambahkan, dengan adanya ADD atau DD maka desa memiliki potensi uang yang luar biasa.

Jika biasanya pihak desa masih bingung menghabiskan uang tersebut, maka sekarang bisa lebih diperuntukkan untuk kemajuan desa.

“Apalagi khususnya DD sudah jalan sejak tiga tahun silam, kalau bingung menghabiskan, sekarang bisa untuk desa wisata,” ujar Endang.

Untuk mengembangkan desa wisata, lanjut Endang, desa perlu melakukan tiga hal. Yakni harus ada orang teknis yang memiliki ide pariwisata.

Kedua, orang yang paham tentang pemasaran dan mengerti strategi pariwisata.

Salah satunya memanfaatkan anak muda agar kebiasaannya bermain gadget dan update status di internet bisa diarahkan untuk mengembangkan desanya.

"Mereka setiap hari bisa update status tentang potensi yang ada di desanya," jelasnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Zaldi Deo
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com