DPRD Kota Batu Minta Akses Jalan Pasar Sayur Harus Masuk Pembangunan Tahap Dua

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud (kanan) serta Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Kota Batu Nur Widianto saat inspeksi area akses jalan unit sayur Pasar Besar Kota Batu, Kamis (12/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud (kanan) serta Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Kota Batu Nur Widianto saat inspeksi area akses jalan unit sayur Pasar Besar Kota Batu, Kamis (12/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - DPRD Kota Batu meminta Pemkot Batu untuk total dalam pembangunan unit sayur Pasar Besar Kota Batu. Salah satunya adalah untuk pembangunan akses jalan di dalam unit sayur.

“Di pembangunan selanjutnya, akses jalan sangat penting untuk dibangun. Kalau tidak, nanti (pedagang sayur) bisa ke Pasar Pujon dan Karangploso,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Didik Mahmud saat inspeksi mendadak (sidak) di unit sayur Pasar Besar Kota Batu.

Setelah melihat sekitar bangunan baru, terlihat di belakang terdapat stan. Di depan stan tersebut terapat tumpukan tanah dan bangunan lama. Karena itu, Didik menegaskan agar akses jalan menjadi poin penting dalam pembangunan selanjutnya. 

“Logikanya kalau ada stan, ya harus dibuat jalan. Jadi, membangun itu ya sekalian. Karena itu, tahap dua kalau bisa dibangun,” imbuhnya Kamis (12/4/2018).

Namun permintaan DPRD Kota Batu untuk membangun akses jalan rupanya belum tentu dapat terealisasi. Sebab, pembangunan tahap dua itu akan fokus pada mendirikan kanopi atau langit-langit dan sekat-sekat untuk 106 bedak terbuka.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Kota Batu Chairul Sjariftartila Sjafii menjelaskan jika pembangunan tahap dua fokus pada pendirian kanopi dan bedak yang berada di tengah unit sayur. 

“Untuk akses jalan tidak masuk di tahap ke dua ini. Tahap dua ini hanya pembangunan kanopi sama 106 bedak di area tengah yang terbuka,” ujar Chairul. 

Hanya, pihaknya akan akan mempertimbangkan masukan yang diberikan DPRD Kota Batu itu. Namun, akses jalan itu akan dibangun terpisah karena untuk pembangunan tahap dua ini alokasi anggaran Rp 5 miliar. 

“Kami usahakan di tahap dua ini bisa tercover. Tapi kalau tidak bisa, yang dibuat terpisah saja. Dicarikan solusi yang lain,” ucapnya.

Rencananya akses jalan ini terpisah dengan menggunakan dana perubahan anggaran keuangan (PAK). Sebab, ia tidak ingin memaksakan. Yang ditakutkan, jika dipaksakan, pembangunan tahap dua pembangunan tidak maksimal.

“Kalau tidak gitu, nanti kami koordinasikan dengan dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Ya kami evaluasi setelah sidak ini,” tutup pria yang juga asisten pemerintahan Pemkot Batu ini. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Zaldi Deo
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->