Bau Busuk dari Kamar Kos, Saat Dibuka Ternyata ......

Petugas Polres Batu melakukan identifikasi terhadap jenazah Toni yang tewas dengan posisi terlentang di atas kasur kosnya di Jalan Imam Bonjol, Gang 1, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Jumat (13/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Petugas Polres Batu melakukan identifikasi terhadap jenazah Toni yang tewas dengan posisi terlentang di atas kasur kosnya di Jalan Imam Bonjol, Gang 1, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Jumat (13/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Seorang warga Dusun Besul, Kelurahan Temas, bernama  Joko Pitono alias Toni (65) ditemukan tidak bernyawa di kosnya, Jalan Imam Bonjol Gang 1, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Jumat (13/4/2018). Dari hasil identifikasi, diduga Toni mengidap penyakit komplikasi.

Saat BatuTIMES berada di kamar kos berukuran 3 x 4 meter itu, dari luar terlihat segerombolan lalat keluar dari ventilasi kamar. Selain lalat yang bergerombol, bau busuk menyeruak di area kosan.

Saat kamarnya dibuka, terlihat Toni meninggal dalam posisi terlentang di atas kasurnya dengan mengenakan selimut warna biru. Dia mengenakan kaus polo berwarna biru dengan mengenakan sarung dan kaki kirinya terlipat. 

Ketika pihak Polres Batu melakukan identifikasi, kondisi tubuhnya sudah terlihat membengkak dan warna badannya menghitam. Di sekelilingnya ditemukan air mineral dan teh china yang terbungkus dalam kantong plastik hitam. 

“Di sekeliling korban ada air mineral dan teh China dengan bungkus kantong plastik hitam,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Batu AKP Anton Widodo saat berada di lokasi.

Ia menjelaskan keterangan dari pihak keluarga, selama ini korban menderita penyakit komplikasi. Karena itu, korban sempat mengeluh sakit. 

Hingga saat ini korban telah dievakuasi di Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu. “Masih dilakukan penyelidikan apa penyebabnya. Divisum apakah ada tanda-tanda kekerasan atau minum yamg diduga teh China itu,” katanya.

Sementara itu, Nikmal Mahendra, salah satu penghuni kos, mengatakan bertemu dengan Toni terakhir pada Senin (9/4/2018) seusai mandi. Saat itu Toni sempat berbincang sejenak bersamanya. Dan saat itulah ia terakhir bertemu dengan Toni. “Senin habis mandi ketemu, lalu langsung masuk kamar. Setelah itu gak ketemu lagi,” ujar Nikmal.

Nikmal tidak menangkap kecurigaan setelah beberapa hari tidak bertemu. Namun ia curiga mendapati bau yang tidak sedap di area kosan. Ia mengira itu adalah bau dari elpiji yang habis.

“Saya abaikan, karena saya kira awalnya bau busuk dari tabung gas elpiji yang habis. Karena biasanya kan kalau elpiji habis baunya seperti itu,” imbuhnya.

Tetapi bau busuk itu semakin menyengat saat Jumat pagi dan sekerumunan lalat bersarang di kamar kos Toni. Karena curiga Nikmal langsung inisiatif melaporkan pada RT setempat.

“Baunya kok tadi pagi tambah kuat, gak berani buka kamar pan Toni, akhirnya saya laporkan ke pak RT,” jelas Nikmal kepada BatuTIMES.

Mengetahui hal tersebut, Nikmal langsung melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT 03 Sujiatno. Mendapat laporan tersebut Sujiatno lantas menuju kos Toni dan membuka kamar yang ternyata tidak dikunci.

“Saya dapat laporan langsung ngecek, seketika saya lihat tergeletak mayat pak Toni langsung ke Polsek Batu melaporkannya,” terang Sujiatno.

Diketahui Toni telah meninggalkan rumah dan kos di tempat tersebut sejak 10 hari yang lalu. Alasannya memilih untuk kos sendiri karena akan pindah rumah. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->