Sebelum Khitan Massal, 15 Pelajar Ini Mandi Kembang di Blumbang Macari Batu

Sejumlah 15 pelajar MI Darul Ulum saat dimandikan dengan air bunga di Blumbang Macari, Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Jumat (14/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Sejumlah 15 pelajar MI Darul Ulum saat dimandikan dengan air bunga di Blumbang Macari, Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Jumat (14/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Ada yang unik dalam pelaksanaan khitan massal MI Darul Ulum, Desa Pesanggrahan. Sebelum dikhitan pada Sabtu (14/4/2018) besok, sejumlah 15 pelajar harus melalui beberapa tahap ritual. Dimulai dari Upacara Jamasan Sukmo Pusoko Rogo di Blumbang Macari, Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Jumat (14/4/2018).

Ritual itu dengan mandi pemotongan rambut, yang bertujuan untuk menandai perubahan masa kanak-kanak menujui akil baligh. Yang kemudian rambut itu dibuang oleh ibu yang mendampingi mereka dalam wadah kantong plastik. 

Agar segala keburukan, hingga balak akan hilang dengan dipotongnya rambut. “Rambut yang dicukur akan ditimbangkan dengan timbangan emas dan dianjurkan orangtua anak untuk bersedekah sesuai hasil timbangan,” ungkap Kepala MI Darul Ulum, Ulul Azmi. 

Proses potong rambut di Blumbang Macari, Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Jumat (14/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Usai memotong rambut dilanjutkan dengan mandi air bunga di Blumbangan Macari. Sebelumnya kelopak bunga dipetik sendiri oleh para pelajar MI Darul Ulum. Yang kemudian 15 pelajar itu berjajar duduk di tepi blumbang didampingi oleh ibu mereka. Lalu ibu mereka mulai menyiramkan air bunga kepada anaknya menggunakan gayung berbetuk batok kelapa sejumlah 17 kali.

Setelah itu, anak-anak langsung berenang sejenak, dilanjutkan dengan para ibu melumuri dan memijat anak-anaknya dengan menggunakan beras kencur. Fungsinya adalah untuk melancarkan peredaran darah.

Ditutup dengan menyuapi anak dengan menu makanan tradisional  yang terbungkus dengan daun pisang. Seperti nasi kuning, telur dan sebagainya, makan-makanan itu merupakan pantangan bagi mereka yang akan melakukan khitan.

Prosesi salah satu peserta dilumuri beras kencur dan dipijat oleh ibunya di Blumbang Macari, Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Jumat (14/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

“Sebelum mereka dikhitan besok, kita membebaskan mereka makan yang tidak diperbolehkan. Seperti telur,” imbuhnya.

Ia menambahkan upacara ini merupakan tradisi lama sebelum dilaksanakan khitan. Prosesi ini  dilakukan oleh ibu masing- masing anak peserta khitan sebagai penanda pelepasan serta persiapan anak menuju aqil baligh.  

“Kita harus melestarikan tradisi yang pernah ada diangkat lagi dengan berbagai potensi yang ada di sekitar,” ujar Ulul.

Menurutnya kegiatan ini untuk memeriahkan Isra’ Miraj. Yang kebetulan, banyak pelajar MI Darul Ulum yang belum khitan. Totalnya ada sejumlah 15 anak yang ikut, mulai usia anak 8 hingga 11 tahun. 

Prosesi menyuapi dengan makanan tradisional di Blumbang Macari, Dusun Macari, Desa Pesanggrahan, Jumat (14/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

“Khitan massal di MI Darul Ulum ini yang pertama kalinya. Ya semoga di tahun mendatang bisa digelar terus,” harapnya.

Sementara itu, Salah satu peserta khitan Fahrul Rozikin mengatakan sangat senang bisa melangsungkan khitan bersama temannya. Terlebih dengan menggunakan ritual tradisional yang jarang ada di masyarakat saat ini.

“Senang bisa khitan bareng-bareng teman. Sekalian bisa melestarikan tradisi di Dusun Macari ini,” ujar Fahrul.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Zaldi Deo
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com