Aksi Glendo Barong Geprok Ikut Sosialisasikan Pilgub 2018

Aksi Glendo Barong Geprok saat akan menunjukkan suara kepada masyarakat di Pasar Parkiran, Sabtu (14/4/2018) malam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Aksi Glendo Barong Geprok saat akan menunjukkan suara kepada masyarakat di Pasar Parkiran, Sabtu (14/4/2018) malam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Glendo barong geprok yang berkembang di Kota Batu  ikut dalam sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 melalui gelar seni budaya, Sabtu (14/4/2018) malam di Pasar Parkiran. Kesenian yang tengah berkembang di Kota Batu itu ikut mengajak dan mengingatkan masyarakat agar mengikuti pesta demokrasi pada Juni mendatang tersebut.

Glendo bareng geprok salah satu kesenian yang diusung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu. Beragam kesenian barong lain disuguhkan untuk memikat masyarakat sekitar hingga wisatawan.

Ratusan penonton pun memadati area Pasar Parkiran untuk menikmati sajian kesenian yang disuguhkan Komunitas Barong Kota Batu. Terlebih glendo barong geprok. Kesenian yang ditampilkan oleh aksi sembilan orang ini pada intinya menampilkan barong seberat 65 kilogram yang digeprokkan hingga mendapatkan suara.

“Jadi, barong geprok ini memiliki berat 65 kilogram. Untuk mendapatkan suara dari barong ini tentunya tidak mudah karena memiliki beban yang berat,” ungkap Sunarto, salah satu anggota Komunitas Barong Kota Batu, 

Ya satu per satu yang tampil dalam aksi ini ditantang agar bisa membunyikan beban seberat 65 kilogram yang terbuat dari kayu. Tak ketinggalan aksi debus pun menjadi salah satu suguhan.

Tidak ingin kalah, anak berusia sekitar enam tahun pun tak ingin kalah dengan orang dewasa. Ia pun maju di tengah-tengah aksi mereka membunyikan barong geprok berkali-kali. Para penonton kagum dan tertawa melihat kelincahan dan gemas saat melihat aksi bicah itu.

Kemudian dilanjutkan dengan aksi barong kucingan, gledog barong, batong sabet, reog dan sebagainya. Ya tujuan dari pagelaran ini merupakan salah satu cara KPU Kota Batu untuk menyukseskan Pilgub 2018 yang kurang lebih dilaksanakan dua bulan mendatang. 

“Konsep pagelaran seni dan budaya ini adalah konsep KPU Jatim. Sehingga di setiap daerah di Jatim diperintahkan untuk memberikan pagelaran kepada warga untuk meningkatkan parisipasi masyarakat,” kata Komisioner KPU Kota Batu Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi KPU Saifuddin Zuhri.

Apalagi hadirnya pagelaran kesenian dan kebudayaan ini mampu memikat masyarakat sekitar untuk datang. Jadi, cara ini memudahkan menyosialisasikan Pilgub 2018.

“Memang sebagian masih ada yang belum tahu siapa calon yang akan mereka pilih. Sehingga dalam kesempatan ini sambil mengangkat kesenian dan budaya lokal juga menyosialisasikan siapa saja calonnya,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Menurut Saifuddin, yang diharapakan dari kegiatan ini adalah tingkat pemilih dalam Pilgub 2018 bisa lebih meningkat daripada pemilihan sebelumnya di Kota Batu. Untuk menyukseskan sosialisasi ini, KPU mengajak berbagai elemen.

Relawan demokrasi ini totalnya ada 10 orang dalam setiap kelompok. Antara lain kelompok kesenian, disabilitas, keagamaan, marginal, dan perempuan. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com