Makam Hartawan Belanda Van Dinger, Salah Satu Potensi Wisata Sejarah di Kota Batu

Kondisi makam Dinger saat ini. Banyak lumut yang menempel di tembok dan rumput liar cukup tinggi. Cagar budaya ini lokasinya di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kondisi makam Dinger saat ini. Banyak lumut yang menempel di tembok dan rumput liar cukup tinggi. Cagar budaya ini lokasinya di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Makam Van Dinger menjadi salah satu cagar budaya Kota Batu. Makam ini tepatnya berada di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Meski berpotensi sebagai destinasi wisata, sayangnya masih cukup minim perhatian akan makam Dinger ini.

Dinger adalah orang Belanda yang meninggal pada tahun 1917. Pada masanya, Dinger merupakan orang kaya-raya sekaligus tuan tanah di wilayah setempat yang disegani.

Makam Dinger cukup dekat dengan wisata Coban Talun. Aksesnya pun cukup dekat dari jalan raya. Hanya saja 50 meter dari jalan raya menuju makam Dinger ini. Namun, jalannya tidak beraspal.

Makam ini dikelilingi rumah dan area persawahan. Di sekitar makam, ada banyak rumput liar yang cukup tinggi. Juga banyak lumut yang menempel di tembok makam ini. 

Pintu pada makam yang digembok pun sudah telihat usam. Tembok yang sepertinya semula berwarna krem itu juga mulai pudar.

Pemandangan di area makam Dinger ini bagus. Tepat di bekalang makan Dinger, selain ada pemandangan persawahan, juga banyak bukit. Selain itu, wisatawan akan merasakan hawa sejuk dan dinginnya Kota Batu. 

“Bangunan bersejarah itu sudah banyak bagian yang hilang. Di sini dulu itu dikelilingi kolam  yang terdapat bunga teratai dan cukup bagus. Namun seiring dengan berjalannya waktu, digunakan untuk lahan pertanian,” ujar Endik dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, Senin (16/4/2018).

Selain itu,  beberapa kali makam tersebut menjadi objek foto pre-wedding. Tak hanya itu. Saat liburan, sering terlihat ada wisatawan yang melihat makam Dinger dan menjadi spot swafoto.

“Iya terkadang ada juga yang ngambil buat foto pre-wedding. Ada juga yang swafoto. Sebenarnya ini sangat berpotensi menjadi wisata sejarah,” imbuh Endik.

Ia pun berharap ke depan makam ini bisa mendapatkan pehatian dari Pemkot Batu. Menurut Endik, makam Dinger bisa menjadi aset wisata sejarah. Sebagai cagar budaya, makam tersebut perlu dirawat dan dilindungi.

“Seharusnya wisata heritage yang dikedepankan. Jangan hanya wisata modern yang dibantu promosi oleh pemerintah,” ungkap Endik. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com