13 Kota Pamer Keunggulan UMKM Dalam Apeksi Di Kota Batu

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menjelaskan produk batik tulis UMKM Kota Batu kepada salah satu kepala daerah dalam pameran UMKM Rakor Komwil IV tahun 2018 Apeksi di di halaman Balai Kota Among Tani, Selasa (17/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIM
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menjelaskan produk batik tulis UMKM Kota Batu kepada salah satu kepala daerah dalam pameran UMKM Rakor Komwil IV tahun 2018 Apeksi di di halaman Balai Kota Among Tani, Selasa (17/4/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIM

BATUTIMES - Sebanyak 13 Kota dari Jatim, NTT, NTB dan Bali pamerkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan khas daerah masing-masing di halaman Balai Kota Among Tani. Pameran UMKM ini sebagai tanda dibukanya Rapar Koordinasi (Rakor) Koordinator Musyawarah Wilayah (Komwil) IV ke 14 tahun 2018 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada 17-19 April, dan Kota Batu sebagai tuan rumah ajang ini.

Pameran UMKM langsung dibuka dengan ditandai pemotongan pita oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Sebagai tuan rumah, Kota Batu diikuti oleh 48 UMKM dari Kota Batu. 

Antara lain ada empat perajin batik, 6 UMKM handycraft, 20 UMKM produk makanan dan minuman kemasan. Antara lain sari apel, kripik buah, permwn susu, madu Kota Batu, pia apel, apel celup, minuman tradisional pokak, sari alang-alang, jamu, bumbu pecel, sambel apel, kopi pringgitan. 

Lalu ada 18 UMKM kuliner, komunitas seni Kota Batu, PKK Kota Batu, Dharma Wanita Kota Batu dan pelayanan inovasi puskesmas.

Kota Malang ada handycraft, sepatu batik, vas bunga dari kain dan goni, hiasan dinding dengan lukisan khas topeng malangan, dan sebagainya. Lalu di stand Kota Probolinggo menyuguhkan makanan ringan krupuk rumput laut, rengginang udang dan cumi-cumi, kripik talas dan singkong, stik ikan dan krupuk ikan jenggelek.

Kemudian di Kota Kupang memamerkan seperti aksesoris, kain tenun ikat, baju dan tas. Lainny ada Kota Pasuruan menyuguhkan batik tulis inayah, sepatu bordir dan sulam pita.

Kota Mojokerto ada batik tulis, sepatu kulit, miniatur kapal, dan camilan khas seperti kripik pisang. Sedangkang di Kota Mataram menyuguhkan aksesoris khasnya dan ukiran keramik.

Kota Bima menyuguhkan sepetti abon khas Kota Bima, Kopi Bima, madu asli Bima dan kain goli. Di Kota madiun menyuguhkan makanan khasnya pecel, camilan brem hingga handycraft.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Endang Triningsih menjelaskan pameran UMKM ini sebagai ajang pengenalan masing-masing daerah akan keunggulan produk daerah. Juga adanya transaksi perdagangan antar daerah dapat meningkatkan perekonomian daerah. 

“Sekaligus menumbuhkan industri kreatif baru dan berkembangnya UMKM. Untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan,” ungkap Endang.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan sebagai kota pariwisata tentunya tidak bisa terlepas dengan UMKM, karena itu sebagai penunjang meningkatkan perekonomian khususnya di Kota Batu.

“Jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Batu tahun 2017 hingga 4,7 juta, jumlah UMKM pun tentunya juga meningkat hingga 23.544 usaha. Kedepannya dengan adanya pameran UMKM ini bisa saling bertukar infomarsi,” tutup Punjul.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Bayu Pradana
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->