Jeruk Keprok Batu 55 Unggul, Balitjestro Bakal Kembangkan Tanpa Biji

Bibit jeruk keprok di area di KP Punten, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Bibit jeruk keprok di area di KP Punten, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Rupanya jeruk keprok Batu 55 telah menggeser komoditas buah apel yang sudah berkembang di Kota Batu. Bahkan jeruk lokal Kota Batu ini telah memunjukkan performanya hingga saat ini.

"Untuk saat ini apel sudah bergeser, sekarang lebih banyak jeruknya. Karena apel sudah bergeser di daerah yang lebih tinggi, faktornya karena suhu di Kota Batu terus meningkat," ungkap  Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan Muhammad Taufiq Ratule.

Ia menjelaskan jika jeruk keprok terbagus saat ini masih dipegang oleh jeruk keprok Batu 55. Hal tersebut terbukti setelah adanya kontes buah nasional. "Dan jeruk keprok terbagus memang di Kota Batu, itu dilihat saat adanya kontes nasional," imbuhnya, Senin (23/4/2018).

Jeruk keprok di Kota Batu bisa menghasilkan 35-50 ton dalam satu hektar. Berbeda dengan daerah lainnya dalam satu hektar hanya mampu menghasilkan 15-20 ton jeruk. 

Kendala yang terjadi di setiap daerah adalah karena masalah pemeliharaan. Dimulai penggunaan bibit yang tidak bebas penyakit dan tidak dipelihara dengan bagus. "Hanya di sini (Kota Batu) bibit yang digunakan oleh petani bebas dari penyakit," kata Taufiq.

Untuk mempertahankan keunggulan jeruk keprok Batu 55 kedepannya Balijestro bakal memberikan inovasi. Inovasi yang diberikan akan menghilangkan biji pada jeruk keprok Batu 55.

"Varietas yang eksis diperbaiki lagi. Memperbaiki yang sudah ada,"  jelasnya saat ditemui di Kebun Percobaan Punten, Desa Punten, Kecamatan Punten.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->