Peternak Kota Batu Kembangkan Usaha Kelinci di Luar Daerah, Ada Apa?

Salah satu peternakan di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu peternakan di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Permintaan daging kelinci kepada peternak Kota Batu terus mengalami peningkatan. Sampai-sampai peternak di Kota Batu kesulitan memenuhi permintaan tersebut. 

Untuk memenuhi permintaan konsumen, peternak terpaksa harus mengembangkan populasi kelinci pedaging di luar daerah. “Permintaan daginf kelinci terus meningkat. Apalagi sejak tiga bulan ini mengalami peningkatan terus. Solusi kami akhirnya mengembangkan di luar daerah,” ungkap Masyhuri Azhar, peternak kelinci di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Rabu (25/4/2018).

Ia menjelaskan, meskipun sejak tiga bulan terakhir mengalami peningkatan order, sayangnya para peternak tidak cukup memenuhi kebutuhan para konsumen dari beberapa daerah. Akhirnya, untuk mengatasi permintaan yang terus mengalami peningkatan, peternak mengembangkan kelinci di beberapa daerah luar Kota Batu.

“Beberapa daerah luar Kota Batu itu di Blitar, Bojonegoro, Pasuruan, dan Blitar. Daerah inilah tempat kami mengembangkan kelinci,” imbuhnya. 

Pengembangan di beberapa daerah ini dilakukan melalui kerja sama dengan peternak kelinci daerah tersebut. Setiap permintaan yang tinggi untuk memenuhi pasar langsung dikoodisikan kepada daerah tersebut.

Setidaknya ada sekitar 20-25 peternak kelinci yang dikembangkan di daerah lain. Untuk saat ini  permintaan konsumsi daging kelinci ini dalam kurun waktu satu minggu mencapai 500 kilogram. 

“Dengan bantuan kiriman setidaknya 50 ekor kelinci ke Kota Batu membantu memenuhi kebutuhan daging kelinci,” jelas Masyhuri saat ditemui di peternakannya, Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji.

Menurut dia, peternak lainnya berupaya untuk memperluas pengembangbiakan kelinci pedaging di beberapa daerah di Jawa Timur. Hal ini dilakukan agar terus bisa memenuhi permintaan konsumsi daging kelinci di Kota Batu. 

Sementara itu, hingga saat ini ada sekitar 100 peternak kelinci di Kota Batu. Namun jumlah populasi kelinci yang jadi masalah. 

Setidaknya satu peternak memiliki sekitar 20 ekor kelinci. Sedangkan permintaan setiap harinya harus bisa memenuhi dalam jumlah banyak. Kesulitannya mengembangkan ternak di daerah lain ialah masalah akomodasi saja.

Nggak enaknya mengembangkan di daerah lain, oyu terkait pakan kelinci yang diberikan dari peternak  Kota Batu. Kami  tidak bisa mengontrol secara langsung, hanya melalui komunikasi,” tutupnya. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->