Diberi Parutan Kelapa, Soto Daging Kali Lanang Segar Dan Gurih

Soto daging kali lanang disuguhkan dengan koya dijual di area jembatan Kali Lanang, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Soto daging kali lanang disuguhkan dengan koya dijual di area jembatan Kali Lanang, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Melewati jembatan kali lanang Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji kurang lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khas soto daging. Soto ini juga terkenal dengan namanya Soto Daging Kali Lanang.

Soto ini terkenal karena rasanya yang enak dan gurih. Harga satu porsinya dibandrol Rp 12 ribu. Di dalam satu mangkuk soto ini terdapat lima potong daging, dengan kuah kental berwarna keruh.

“Kita juga pakai kaldu dari dagingnya supaya rasanya semakin enak dan gurih,” ungkap Sus penjual Soto Daging Kali Lanang, Minggu (29/4/2018).

Selain itu yang membuat soto ini cukup segar karena terdapat tauge, dan rasanya cukup gurih karena dicampur dengan koya. Koya ini dibuat dari parutan kelapa yang digoreng selama beberapa menit lamanya.

“Dalam satu hari saat buka pukul 10.00-16.00 bisa menghabiskan puluhan mangkuk soto. Banyak dari wisatawan pun tertarik singgah di sini mencicipi soto sambil menikmati pemandangan,” imbuhnya sambil meracik soto.

Untuk satu porsi soto daging ini, takarannya sangat cocok dan pas diperut. Selain merasakan nikmatnya soto daging kali lanang, dari sana para konsumen juga disuguhkan dengan pemandangan Kota Batu yang cukup indah.

Ya di sana bisa melihat gunung Panderman, lalu pemandangan persawahan, hingga rumah penduduk. Ia menambahkan jika sudah beberapa tahun berjualan di sana dan antusias wisatawan cukup tinggi.

“Wisatawan yang mampir setiap hari pasti ada, karena ingin istirahat sambil mencoba soto ini. Selain itu banyak masyarakat sekitar yang memfavoritkan soto ini,” ujar Sus kepada BatuTIMES.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Aditya Fachril Bayu
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->