Wisatawan yang Berlibur ke Kota Batu Saat Pilgub 2018 Tetap Bisa Nyoblos, Caranya?

Ketua KPU Kota Batu Rochani usai memberikan Bimbingan Teknis tentang Pemungutan dan penghitungan suara bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam pilgub Jatim 2018, di Hotel Zam-Zam, Rabu (2/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Ketua KPU Kota Batu Rochani usai memberikan Bimbingan Teknis tentang Pemungutan dan penghitungan suara bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam pilgub Jatim 2018, di Hotel Zam-Zam, Rabu (2/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Bagi wisatawan yang sudah memiliki jadwal berlibur di Kota Batu saat pemilihan gubernur tidak perlu risau hak suaranya tak tersampaikan.

Sebab, mereka cukup membawa kartu A5 yakni pindah memilih dan bisa memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat di Kota Batu.

“Rupanya nanti akan banyak wisatawan yang menyalurkan hak suaranya di TPS Kota Batu. Karena mereka bisa saja sedang bertugas atau sedang berwisata,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu Rochani, usai memberikan bimbingan teknis tentang pemungutan dan penghitungan suara kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Rabu (2/5/2018) .

Menurut Rochani seberapa banyak wisatawan yang akan memilih di Kota Batu akan dipetakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Kami tinggal melakukan pemetaan dengan penerbitan A5,” imbuhnya.

Ia menyontohkan, A5 diterbitkan oleh salah satu kota di Jawa Timur misalnya Sidoarjo. Maka KPU setempat akan berkomunikasi dengan KPU Kota Batu. “Mbak aku titip pendudukku ya, ada sekian orang yang mau ke Kota Batu,” jelas Rochani.

Jika jumlah wisatawan membludak, KPU Kota Batu akan memetakan TPS yang bakal menjadi tempat pemilihan. Jika TPS terdekat  dengan tempat wisata itu terlalu banyak, calon pemilih ini bakal dipindahkan ke TPS lain. 

“Jika penuh akan diarahkan ke TPS lain yang bersebelahan. Syaratnya selain membawa A5 ia menunjukkan KTP-Elektronik,” tutup Rochani.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Zaldi Deo
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->