Sheila On7 dan Stars and Rabbit Pamer Single Terbaru di Bawah Suhu 16 Derajat

Penampilan Sheila On7 saat menghibur para penonton di Agrowisata Kota Batu, Sabtu (5/5/2018) malam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Penampilan Sheila On7 saat menghibur para penonton di Agrowisata Kota Batu, Sabtu (5/5/2018) malam. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Dua band ternama Indonesia, Sheila On7 dan Stars and Rabbit, kembali lagi ke Kota Batu. Nuansa dingin di tengah konser yang paling ditunggu-tunggu oleh kedua band asal Jogjakarta ini di lapangan Agrowisata, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Sabtu (5/5/2018) malam. 

Tampil di bawah suhu kurang lebih 16 derajat membuat beberapa personel merasa kedinginan. Tidak hanya itu. Ribuan penonton pun ikut kedinginan. Bahkan para Sheila Gank (fans Sheila On7) dan Baby Eyes (fans Stars and Rabbit) merasa panas dan antusias lonjak-lonjak menyanyikan lagu bersama band tersebut.

“Berbeda dengan daerah kota atau kabupaten lainnya, kalau lihat konser di Batu nggak panas. Malahan dingin. Jadi. kalau lihat konser wajib pakai jaket. Kalau nggak gitu, bisa kedinginan. Tapi cocok kalau lihat konser di sini,” ujar Siska Rahma, penonton asal Sidoarjo.

Apalagi kedua band ini sama-sama menyanyikan single-single terbaru mereka. Sheila On7, misalnya, membawakan lagu terbarunya, yakni Film Festival, yang sudah ditonton di Youtube sebanyak 4 juta kali. 

Tak mau kalah, Stars and Rabbit tiba-tiba juga mengenalkan single terbaru mereka berjudul Kindred Soul sesuai genre musiknya. Tentunya dengan single-singke terbaru mereka, para fans pun terpukau dan antusias.

Selain itu, sederet lagu yang dibawakan Sheila on 7, yakni Dan, Seberapa Pantas, Jadikan Aku Pacaramu, Lapang Dada, Sephia, Melompat Lebih Tinggi, Hari Bersamanya, Kita, Bila Kau Tak Disampingku dan sebagainya. Sedangkan Stars and Rabbit membawakan Man Upon The Hill, Rubbit Run, The House, Cacth Me, Like It Here, I’ll Go Along, You Were The Universe, Wort It, dan lain-lainnya. 

Vokalis Stars and Rabbit Elda Suryani mengatakan selalu antusias jika akan mengisi acara di Kota Batu. Sensasi hawa dingin yang menyentuh tubuh menambah suasana menjadi berbeda dan lebih nyaman.

“Kami kalau diundang datang ke sini. selalu exited. Karena apa? Ya udara dinginnya ini bikin suasana jadi berbeda. Jarang-jarang kita konser di bawah udara yang dingin seperti ini,” ungkap Elda.

Sementara itu, Sri Pijar Bagaskoro -project leader- mengatakan penemoagan festival ini digelar di Kota Batu karena suasana yang tidak banyak dimiliki daerah lainnya. Selain itu, Kota Batu memang sudah dikenal juga dengan kota pariwisatanya, sehingga ingin menarik wisatawan untuk melihat festival tersebut.

“Kota Batu sebagai destinasi wisata yang kunjungannya cukup banyak, karena itu kami inngin menggelar festival ini di sini, apalagi dengan sensasi udara dan suasana yang menyejukkan menambah harmonis acara ini,” jelas Pijar.(*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->