Tak Mau Kalah, Coban Putri Juga Punya Dinosaurus

Dinosaurus menjadi salah satu wahana yang terletak di spot swafoto di Coban Putri, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.
Dinosaurus menjadi salah satu wahana yang terletak di spot swafoto di Coban Putri, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

BATUTIMES - Pengelola objek wisata di Kota Batu terus bersolek dan menambah wahana untuk mendatangkan wisatawan. Seperti di Coban Putri, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Objek wisata di dalam kawasan hutan ini seakan tidak mau kalah dengan wahana yang diauguhkan Dino Park, Jatim Park Group. Di kawasan ini juga menghadirkan Dinosaurus. 

Hanya saja Dinosaurus itu sekadar patung atau replika yang terbuat dari fIber. Tingginya kurang lebih dua meter, dengan warna replika cokelat. 

Dinosaurus itu letaknya tidak jauh dari pintu masuk Coban Putri. Atau letaknya jadi satu area dengan spot swafoto wahana ayunan, dan tangan. Dengan latar belakang gunung Panderman dan bukit-bukit. 

Dinosaurus tersebut memang salah satu suguhan terbaru di Coban Putri.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Tlekung Suwandi menjelaskan sesuai dengan konsep wana wisata yakni wisata keluarga sehingga ingin menyuguhkan spot swafoto yang juga dikagumi anak-anak. Karena itu pihaknya memberikan replika dinosaurus, sebab dirasa saat ini banyak anak-anak yang mengagumi hewan tersebut.

“Sekadar hiasan, karena anak-anak banyak suka dengan dinosaurus. Apalagi lagi kita konsep keluarga, sehingga ingin memberikan sentuhan wahana untuk semua,” kata Suwandi, Minggu (6/5/2018).

Hingga saat ini beragam wahana yang ada di Coban Putri. Sebelumnya ada dua Air Terjun, flyfox, ayunan, bintang, tangan, area perkemahan, dan taman. “Saat ini kita mempersiapkan penambahan wahana yang berbeda dan unik dengan harga murah meriah,” imbuhnya kepada BatuTIMES. 

Sementara itu, Eliya Putri salah satu pengunjung mengatakan terkesan dengan beragam spot swafoto yang disuguhkan. Apalagi hadirnya dinosaurus cukup unik dan natural karena berada di area hutan. 

“Unik ya, kalau menurut saya malah natural ada spot swafoto dinosaurus di sini,” ungkap Eliya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->