Kain Batik Perca Ternyata Bisa Jadi Hiasan Dinding Jika Dihias Seperti Ini

Salah satu karya pelajar SMAN 1 Kota Batu dipamerkan di Galeri Raos. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu karya pelajar SMAN 1 Kota Batu dipamerkan di Galeri Raos. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Jika memiliki kain batik sisa-sisa jangan terburu-buru untuk dibuang. Sebab kain batik perca nyatanya juga bisa menjadi hiasan dinding jika diolah dengan kreativitas. Seperti 20 karya milik pelajar kelas XI SMAN 1 Kota Batu yang dipamerkan di Galeri Raos, Jl Panglima Sudirman, Senin (7/5/2018).

Pameran bertajuk Reingartnation itu digelar hingga 9 Mei mendatang. Jika biasanya kain batik digunakan untuk pakaian, namun oleh pelajar SMAN 1 Kota Batu ini dimodifikasi. 

Kain ini dimanfaatkan sebagai penghias ruangan atau hiasan dinding. Dalam pembuatannya memadukan unsur modern tradisional untuk mendapatkan kesan yang baru, tetapi tetap mengandung unsur tradisi.

Ada 20 karya yang dipamerkan. Sobekan kain batik itu dijadikan satu dalam bingkai kayu yang terlihat cukup apik tertempel di dinding. Lalu ada juga modifikasi batik, kayu dan cermin.  

“Jika pameran batik biasanya sekadar dilentangkan biasa, namun untuk menghargai karya ini lebih pada memodifikasi antara batik dan kontruksi,” ujar Ketua Pelaksana Pameran Reingartnatiom Nota Praxticee Syaira.

Ia menjelaskan, hiasan dinding itu juga diambil dari sisa-sisa jahitan yang tidak terpakai lagi, sebagai wujud untuk mengapresiasi karya batik bisa dibuat beragam jenis.

Seperti karya Farahdilla Hana Azaria, Tasya Oktaviana Wahyudi, Nurhayati Angelina yang dibuat selama dua minggu mengangkat judul “Kayon Panglon Kawicaksanan”.

Mereka membuat dengan menggabungkan empat motif batik. Batik bekas tukang jahit itu lalu didesain dan ditempelkan pada kayu berukuran 150x150 centimeter.

“Jadi kami kain batiknya tinggal mencari saja di tempat tukang jahitan. Kita tinggal mendesain dan membeli kayunya saja,” jelas siswi jurusa MIPA ini.

Menurutnya melalui pameran ini juga sebagai salah satu cara untuk melestarikan produk lokal Indonesia. “Kami ingin melahirkan kembali dan melestarikan kerajinan batik dalam bentuk yang berbeda,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kota Batu Suprantiyo mengatakan, jika karya-karya yang dipamerankan itu merupakan hasil kreativitas pelajar kelas XI selama pembelajaran Seni Budaya pada semester ganjil. Sedangkan pada semester genap diselenggarakan pameran dengan mengembangkan budaya lokal.

“Jadi karya mereka ini sudah dibuat dari semester ganjil, sedangkan pada semester genap tugas mereka untuk memamerkan apa yang sudah mereka kerjakan. Pameran ini juga menjadi penilaian,” ungkap Pran. 

Pameran ini juga sebagai upaya memberikan pembelajaran tentang kerjasama, saling toleransi, hingga belajar cara membuat sebuah pameran. Mulai dari melakukan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. 

“Tentunya ini juga salah satu cara mengajarkan anak-anak bagaimana cara membuat pameran. Lalu dari pameran itu akan banyak yang didapatkan termasuk pertemanan,” jelasnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Bayu Pradana
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->