Kampung Ramah Anak Punten, Lahan Bermain dan Belajar Anak

Anak-anak setempat sedang bermain di lingkungan rumahnya, Kampung Ramah Anak Dusun Krajan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Anak-anak setempat sedang bermain di lingkungan rumahnya, Kampung Ramah Anak Dusun Krajan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Dusun Krajan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, punya cara tersendiri agar anak-anak di sana betah dah belajar di lingkungan sekitar. Forum Anak bersama masyarakat di sana membuat mural sederhana di jalan dan tembok rumah warga.

Jalan di sana diberi lukisan permainan engklek. Lalu di dalam lukisan engklek itu diberi angkat nomor 1 hingga 10. Ini adalah salah satu acara anak-anak bermain sambil menghafalkan angka. 

Di sisi lain ada lukisan arah mata angin utara, selatan, barat, dan timur. Tujuannya agar anak-anak mudah memahami arah mata angin sambil bermain. 

Selain itu, di sana terdapat kolam ikan yang cukup besar dan panjang. Tetapi itu hanyalah sekadar lukisan tiga dimensi yang digambar di jalan. Lalu ada juga gambar tokoh kartun seperti Pooh, Doraemon, dan Hello Kitty. Ada pula superhero yakni Spiderman yang cukup bedar di tembok warga. 

Biasanya, sepulang mengaji, anak-anak mulai bermain di area tersebut. Bahkan mereka juga memainkan permainan-permainan tradisional seperti egrang dan hulahop. Terlihat anak-anak menikmati waktunya bermain di lingkungan rumahnya.

Ketua Forum Anak Angkasa Junior Desa Punten Yanuar Reski mengatakan, kampung ini disebut dengan kampung ramah anak yang dibuat bertujuan untuk menciptakan kembali "lahan yang hilang" untuk anak. Tujuannya agar anak-anak bisa betah di kampungnya sendiri.

“Forum anak bersama masyarakat buat ini supaya anak-anak punya tempat bermain lagi. Karena menang lahan kami di sini dengan pemukiman, tapi kami buat bagimana caranya agar bisa membuat lahan anak. Ya dengan cara seperti ini,” ungkap Yanuar, Minggu (13/5/2018).

Namun, pembuatan mural ini dikemas dengan lukisan tetapi tidak asal-asalan, tetapi juga bermanfaat untuk menambah ilmu anak-anak. Selain itu, mural yang dilukis menggunakan cat sehingga mudah luntur. 

Karena itu, warga setempat rutin gotong royong setiap tiga bulan sekali untuk melukis ulang mural tersebut agar lebih indah dan berwarna. “Jadi, setiap 3 bulan sekali di sini diperbarui. Ya supaya baru lagi dan indah,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Selain itu, ternyata kampung ramah anak ini sering jadi jujukan dari berbagai daerah. Salah satunya untuk melakukan studi banding. 

Tidak hanya itu. Kampung ini juga sudah mencuri perhatian juri dalam sebuah perlombaan. Mereka telah meraih prestasi pada akhir tahun 2017 silam dengan meriah kategori terinsipiratif dalam kegiatan Forum Anak Nasional. 

“Iya terkadang kami juga menerima kunjungan untuk studi banding di sini. Dan alhamdulillah, meski masih baru, juga meraih prestasi,” ungkap pria 18 tahun ini. 

Sementara itu, untuk menyempurnakan kampung ini, terus dilakukan penambahan fasilitas. Saat ini sedang dikerjakan pembuatan taman bermain. Di sana juga terdapat lahan pojok literasi. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->