Pesona Gunung Arjuno di Jalibar, Warga Sajikan Kuliner

Deretan kios kuliner di area jalibar Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Deretan kios kuliner di area jalibar Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Pesona jalur lintas barat (jalibar) Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, memang membawa berkah bagi penduduk sekitar. Ya warga setempat memanfaatkannya dengan menyuguhkan kuliner makanan dan minuman bagi para pengguna jalan.

Terlihat saat berkendara di area jalibar, terdapat kios-kios yang berdiri menjajakan beragama kuliner. Ada puluhan kios yang menjajakan kuliner itu.

Rata-rata yang menjajakan kuliner itu adalah penduduk Desa Oro-Oro Ombo. Mereka mengaku setiap hari tidak pernah sepi disinggahi wisatawan.

Kuliner yang dijajakan adalah beragam minuman dan makanan seperti mi. Kuliner itu cukup menjadi santapan wisatawan sambil bercengkerama dengan melihat pesona Gunung Arjuno secara gamblang. 

Yang membuat pengendara mampir atau beristirahat sejenak di sana adalah panoramanya. Jika cuaca cerah, pengendara akan disuguhi pemandangan pegunungan, alam, dan Kota Batu dari jalibar. 

Apalagi jalur di daerah tersebut cukup lebar dan tidak terlalu banyak pengendara yang melewati jalur ini. Dengan melewati jalan ini, rata-rata wisatawan dari luar daerah langsung terpana dengan pemandangannya. Ya mereka tidak ingin melewatkan pemandangan Gunung Arjuna dengan langit birunya. 

Jalibar ini berada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo; Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu; dan Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Karena itu, sejak ramainya jalibar tersebut, bermunculan juga warung-warung menyuguhkan makanan dan minuman bagi wisatawan yang melintasi jalan tersebut.

Ketua Pokdarwis Desa Oro-Oro Ombo Agus Priyanto mengatakan, dengan ramainya wisatawan yang beristirahat sejenak membuat mereka mampir di warung-warung yang disuguhkan warga setempat. “Ketika mereka berswafoto di sana secara tidak langsung mereka menyemptkan singgah sejenak sambil berbincang dan menyerupit kopi,” ungkap Agus, Kamis (17/5/2018).

Hal itu sangat membantu masyarakat lokal untuk meningkatkan ekonomi selain di sektor pertanian dan peternakan. “Dengan demikian membantu perekonomian warga setempat, yang mulanya hanya ibu rumah tangga kini ada penghasilan lainnya,” imbuhnya. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->