Dewanti Segera Kumpulkan Pengusaha Tahu Buntut Adanya Ledakan Ketel

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berdiskusi dengan salah satu pengusaha tahu di area ledakan di Jl Wukir, Dusun Putiuk, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Jumat (18/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat berdiskusi dengan salah satu pengusaha tahu di area ledakan di Jl Wukir, Dusun Putiuk, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Jumat (18/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko instruksikan seluruh pengusaha tahu di Kota Batu berkumpul. Instruksi itu dilakukan setelah adanya korban dari ledakan ketel uap rumah produksi tahu di Jl Wukir, Dusun Putiuk, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Jumat (18/5/2018).

"Prihatin meledaknya ketel uap. Karena itu akan mengumpulkan pengusaha pabrik tahu mulai yang besar sampai kecil. Ini saya sudah perintahkan untuk mendata pengusaha tahu," ungkap Dewanti saat meninjau ledakan ketel uap.

Hal tersebut dilakukan setelah Dewanti mendapatkan beberapa laporan terkait korban meninggal dari ledakan ketel uap yakni Dedik Tri Widariyanto (42). Dari cerita beberapa warga sekitar, Dedik sebelum mendirikan usaha sendiri ternyata bergabung dengan pabrik tahu. Kemudian memilih untuk keluar dan mendirikan rumah produksi sendiri. Dari informasi warga sekitar ketel uap itu rupanya hasil dari modifikasi drum. "Ini tadi dari cerita korban, ketel uap ini hasil dari modifikasi dari drum, mungkin ada hal yang kurang pas dari ketel uap sehingga terjadi ledakan," imbuhnya.

Karena itu, kedepannya Dewanti ingin pengusaha tahu mulai dari yang besar hingga kecil memiliki dasar ilmu yang sesuai standart. "Harus ada standarisasi agar tidak lagi kejadian seperti ini, sehingga bisa mengoperasikan dengan benar," ujar politisi PDIP ini.

Selain mengadakan pertemuan dengan para pelaku usaha tahu, rencananya Dewanti akan menggelar edukasi terkait SOP dalam proses pembuatan tahu. 

Hal ini Dewanti lakukan melihat pada tahun 2017 lalu terjadi kejadian serupa pada tumah produksi tahu, untungnya tidak menelan korban. “Melihat tahun sebelumnya pernah terjadi seperti ini, sehingga perlu kita kumpulkan dan memberikan edukasi,” tutup Dewanti. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->