Bagaimana Jadinya Ngabuburit Diiringi Festival Budaya Religi Among Tani?

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso (kiri), Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono (kanan) saat ngabuburit di Among Tani Ngabuburit di Balai Kota Among Tani, Senin (28/5/2018).
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso (kiri), Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono (kanan) saat ngabuburit di Among Tani Ngabuburit di Balai Kota Among Tani, Senin (28/5/2018).

BATUTIMES - Angkat kebudayaan religi di Kota Batu agar tidak mati suri, bulan Ramadan ini Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata Kota Batu menggelar festival budaya religi tertajuk ‘Among Tani Ngabuburit’. Bakal berlangsung selama dua hari yakni mulai 28-29 Mei 2018.

Sambil menanti waktu berbuka banyak masyarakat sekitar yang memadati festival budaya ini di Balai Kota Among Tani. Sebab bukan hanya mencari menu berbuka, namun mereka juga dihibur dengan  kebudayaan religi atau Islami.

Seperti yang dibawakan oleh orkes Al Fatan yang membawakan beragam musik Islami untuk menghibur para pengunjung festival di hari pertama ini. Selain itu ada juga gandrung rasul, al-banjari, musik-musik religi yang dibawakan oleh kelompok band-band Kota Batu. 

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono bersama Wibi Asri ketua PKK Kota Batu juga bersantai menikmati ngabuburit dalam Among Tani Ngabuburit.

Salah satu Orkes Al Fatan saat mengisi acara Among Tani Ngabuburit di Balai Kota Among Tani, Senin (28/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Mereka berkeliling melihat satu persatu puluhan bazar yang disuguhkan di Among Tani Ngabuburit. Puluhan bazar dari Paguyuban Pedagang Among Tani antara lain menjual pakaian, minuman, makanan, hingga aksesoris, dan sebagainya. 

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan kegiatan ini merupakan wadah atau kesempatan bagi seniman Islami di Kota Batu. Supaya kebudayaan Islam di Kota Batu terangkat.

“Ini salah satu cara kami untuk memberi kesempatan seniman Islami yang berhubungan dengan Islam supaya tampil di kalangan umum dalam momen ini,” ujar Imam.

Disuguhkannya puluhan bazar itu sebagai upaya untuk memberdayakan Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) saat bulan Ramadan. “Supaya waktu Ramadan ini bisa mengais rejeki dalam kegaiatan ini,” ujarnya kepada BatuTIMES.

Ia pun berharap digelarnya even ini kebudayaan religi di Kota Batu banyak dikenal oleh masyarakat sekitar. Sekaligus untuk meramaikan Balai Kota Among Tani saat ngabuburit.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->