Dinas Penghasil Harus Berbenah, Setoran Retribusi Masih Jeblok

Salah satu area parkir tepi jalan di jalan Diponegoro, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu area parkir tepi jalan di jalan Diponegoro, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Dinas penghasil di lingkungan Pemkot Batu harus memacu kinerjanya, khususnya pada penerimaan daerah dari sektor retribusi. Hal itu dikarenakan target setoran dari retribusi masih minim. Tahun ini target seluruh retribusi yakni Rp 11 miliar, namun sampai bulan Mei baru ada pemasukan sebesar Rp 2 miliar.

Rendahnya pendapatan dari retribusi itu terutama pada sektor retribusi pada parkir tepi jalan. Retribusi parkir ini ditarget mencapai Rp 1,5 Miliar, tetapi hingga saat ini hanya tercapai Rp 132 juta saja.

“Rendahnya retribuai ini akhirnya mempengaruhi pendapatan Pemkot Batu. Dan ini selalu menjadi PR kami supaya sesuai dengan target,” ungkap Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Selasa (29/5/2018).

Target retribusi tahun ini memang dirasa cukup tinggi, karena itu pihaknya tidak berpangku tangan pada retribusi parkir tepi jalan raya. Melihat retribusi parkir tepi jalan raya dari tahun ke tahun tidak menunjukkan pergerakkan.

Sehingga agar target terpenuhi mengusahakan pada retribusi sampah, pasar, rumah potong hewan (RPH), dan sebagainya. “Jadi kami tidak menggantungkan pada retribusi parkir tepi jalan raya karena setiap tahunnya sama gak ada perubahan. Tapi lebih pada sampah, pasar dan sebagainya, kami berusaha supaya tahun ini tercapai,” imbuhnya.

Menurutnya kendala pada retribusi lanjut Punjul, bahwa tanpa ada regulasi tarif parkir tepi jalan itu tetap berlaku. Seperti halnya parkir kendaraan seperti bus, kenyataannya tidak sesuai dengan yang ditargetkan. 

“Seharusnya harga parkir sekian tapi mereka beri tarif di atas itu. Nah ini yang jadi permasalahannya saat ini,” ujar Politisi PDIP ini.

Sedangkan regulasi retribusi parkir tepi jalan masih belum ada perubahan. Sedangkan tarif parkir dibuat sendiri oleh pihak masing-masing. Tetapi tidak jelas uang tersebut masuk ke mana.

“Uang ini masuk ke mana tarif parkir itu gak tahu, karena itu kami mengkomunikasikan dengan pihak terkait. Jangan sampai masuk ke kantong yang lain yang tidak berkepentingan,” tutup Punjul.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->