Sampah di Aliran Sungai Masih Jadi Momok, Begini Permintaan Komunitas Peduli Lingkungan

Salah satu gunungan sampah di aliran sungai Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu gunungan sampah di aliran sungai Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Membuang sampah masih menjadi kebiasaan warga Kota Batu.

Sebagai kota wisata di beberapa sudut sungai di desa masih terlihat tumpukkan sampah.

Seperti tumpukan sampah di aliran sungai Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Gunungan sampah itu berupa plastik, kayu, popok, dan sebagainya. 

Padahal saat ini di Kota Batu banyak komunitas-komunitas peduli lingkungan yang setiap minggunya membantu membersihkan sampah.

Selain upaya bersama-sama membersihkan sampah, beberapa masyarakat juga telah memasang imbau-imbauan seperti ‘Jangan Buang Sampah di Sungai’, ‘Jangan Kotori Sungai dengan alimbah dan Sampahmu’ dan sebagainya. 

Karena itu, mendapatkan beragam respons oleh komunitas peduli lingkungan agar Pemkot Batu dapat mengeluarkan kebijakan untuk melindungi sungai dari sampah. 

Sebab di Kota Batu merupakan hulu sungai brantas yang airnya untuk menghidupi hampir setengah kabupaten/kota di Jatim. 

Relawan Saber Pungli, Catur Wicaksono menjelaskan permasalahan yang sering terjadi saat ini adalah kebiasaan atau perilaku masyarakat dalam membuang sampah di sungai. Regulasi terkait hal tersebut sangat dibutuhkan.

Jika diterapkan regulasi cukup susah untuk mengubah masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta agar pemkot Batu memberika regulasi sekaligus edukasi.

“Kalau hanya menerapkan regulasi tidak bisa, karena sebuah kebiasaan susah diubah jika tidak diiringi dengan edukasi sehingga hal itu akan mudah,” jelas Catur kepada BatuTIMES.

Menurutnya, Pemkot Batu jangan hanya terfokus pada sebuah program, tetapi juga perlu adanya legalitas pembatasan pemakaian sampah plastik dan sebagainya. 

Dengan menggerakkan para komunitas peduli lingkungan setiap minggunya untuk membersihkan sampah, juga salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kami lakukan bersih-bersih sampah setiap minggu itu juga upaya untuk menyadarkan masyarakat dan sedikit menyadarkan mereka, jadi kita tidak hanya bersih-bersih,” jelasnya, Kamis (31/5/2018).

Sementara itu, Salma Safitri, Ketua Forum Komunikasi Batu Sehat (FKBS) menambahkan jika regulasi dan edukasi bisa beriringan setidaknya mampu meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kalau ada regulasi ditambah edukasi bisa jalan. Sedikit-sedikit tapi akan membawa hasilnya, sehingga sungai di Kota Batu bisa-lah bersih,” ujar Salma.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->