Pelajar MI Darul Ulum Kota Batu Diajak Ru'yatul Hilal

Salah satu siswi sedang mengamati Ru’yail Hilal menggunakan teropong di di lapangan Jl Lahor, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kamis (31/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIME)
Salah satu siswi sedang mengamati Ru’yail Hilal menggunakan teropong di di lapangan Jl Lahor, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kamis (31/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIME)

BATUTIMES - Di tengah bulan puasa puluhan pelajar MI Darul Ulum Kota Batu asyik bermain dengan teropong. Bukan asal bermain teropong tetapi mereka diberi tahu dengan pengenalan Ru’yatul Hilal di lapangan Jl Lahor, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Di lapangan yang luas itu puluhan pelajar mengantri untuk belajar Ru’yatul hilal (melihat hilal dengan mata). Mulanya mereka diberitahu lebih dahulu dengan pengertian hilal, adalah fase paling awal dari kemunculan bulan. 

Hilal berupa garis tipis yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Lebih asyik lagi, mereka dikenalkan dengan alat-alat untuk melihat Ruyatul Hilal menggunakan kamera digital, teropong, dan rubbu mujayyab. 

Meskipun alat terbatas, tetapi mereka dengan sabar mengantri untuk mengetahui cara pemakaian alat tersebut. Seperti halnya Siswi kelas IV Tri Aisyah Rahma mengatakan seru ketika menjajal satu persatu alat tersebut.

Ia mengaku ternyata tidak mudah mengetahui munculnya bulan dengan alat tersebut. Tetapi harus dilakukan dengan sabar agar bisa mendapatkan gambaran itu.

“Susah-susah gampang, tapi kalau begini kita jadi tahu kegiatan sebelum menjalankan bulan Ramadan ternyata ditentukan dulu dengan melihat hal seperti ini,” ungkap Aisyah, Kamis (31/5/2018).

Sementara itu Kepala MI Darul Ulum, Ulul Azmi mengatakan kegiatan ini perlu dikenalkan kepada anak mulai usia dini. Melalui kegiatan ini supaya tahu panduan mengenai bagaimana cara menentukan awal bulan Ramadhan.

“Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak secara dini kegiatan rukyitatul hilal. Sebab belajar seperti ini tidak memandang usia,” kata Ulul.

Tidak hanya itu saja, juga punya memberikan edukasi terkait peralatan yang digunakan mulai dari modern hungga semi modern. Seperti pengenalan Rubu' Al Mujayyab alat ini cukup tradisional. 

Rubu’  berarti seperempat, sehingga bisa dikatakan Rubu’ Mujayyab adalah suatu alat yang bentuknya seperempat lingkaran. Fungsi geniometris yang sangat berguna untuk memproyeksikan benda-benda langit pada lingkaran vertikal. 

Lalu di sana juga terpampang  nama-nama Bintang. Seperti Virgo, Sagitarius, Capricorn, Aries, Pisces, dan lainnya.

“Di sini kita memberikan edukasi terkiat alatnya juga, karena tidak mudah juga mengaplikasikan alat agar mengetahui keberadaan bulan dengan alat ini,” imbuhnya.

Dari kegiatan tersebut para pelajar ini secara tidak langsung mendapatkan ilmu arah mata angin.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->