Kresna Dewanata: Terorisme Rawan Mengoyak Empat Pilar Kebangsaan

Anggota MPR RI Fraksi NasDem Kresna Dewanata Phrosakh saat memberikan paparan dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Sabtu (2/6), di  Kantor Garda Pemuda Partai NasDem Kota Batu. (Foto: NasDem for BatuTIMES)
Anggota MPR RI Fraksi NasDem Kresna Dewanata Phrosakh saat memberikan paparan dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Sabtu (2/6), di Kantor Garda Pemuda Partai NasDem Kota Batu. (Foto: NasDem for BatuTIMES)

KOTA BATU -  Anggota MPR RI Kresna Dewanata Phrosakh mewanti-wanti agar masyarakat bisa berpikir jernih dan menghindar bila ada ajakan yang mengarah pada terorisme. Sebab ajakan-ajakan radikal itu sebenarnya hanya mementingkan kelompok tertentu untuk merusak tatanan negara.

Hal ini disampaikan  anggota MPR RI daerah pemilhan Malang Raya dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Sabtu (2/6), di  Kantor Garda Pemuda Partai NasDem Kota Batu.

Mengapa tatanan negara bisa rusak? Dijelaskan Kresna Dewanata, dampak kerusakan terorisme bukan hanya pada bangunan fisik dan korban manusia.

Lebih jauh dari itu, dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkan membuat empat pilar kebangsaan ikut terkoyak. Empat pilar ini yang menyangga tata kehidupan bangsa Indonesia.

Empat pilar kebangsaan itu adalah Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.

Pilar-pilar itu bisa rusak karena, perbuatan terorisme membuat masyarakat terpecah belah. Kondisi ini rawan adu domba. Mereka akan menuding kelompok ini dan kelompok itu. Apalagi dengan bantuan media sosial, tudingan dan olok-olok serta kabar hoax akan cepat menyebar dan memunculkan kegaduhan.

Perbuatan ini jelas tidak sesuai dengan Pancasila, khususnya sila ketiga Persatuan Indonesia.

Bhineka Tunggal Ika juga ternoda karena pasti ada sentimen SARA yang muncul akibat aksi terorisme itu. Padahal sentimen ini harus sangat dihindari karena bangsa Indonesia sangat majemuk. Kemajemukan ini adalah sebuah kelebihan, disamping juga menyimpan potensi konflik.

”Ini persatuan anak bangsa bisa rusak dengan perbuatan semacam itu.  Untuk itu sangat penting memahami Pancasila, dan menghindari perbuatan berbau terorisme,” ungkap Kresna Dewanata.

Di hadapan sedikitnya 150 orang undangan, politisi Partai NasDem ini berharap para pemuda harus aktif menjaga kerukunan masyarakat dan menjalin persatuan. Pemuda adalah generasi penerus yang sangat menentukan terwujudnya kerukunan dan persatuan bangsa.

Dengan semangatnya yang menggelora, pemuda tidak boleh salah jalan dalam membangun bangsa. Memahami empat pilar kebangsaan akan memberikan pedoman bagi pemuda dalam berpolitik, bernegara, dan bermasyarakat.

Dalam soal bentuk negara, Kresna Dewanata menilai tidak penting kembali mencari bentuk negara. Sebab Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah yang paling cocok. Para pendiri negara telah mengkaji dari beragam unsur. Sehingga slogan NKRI harga mati harus tetap dikedepankan.

”Soal bentuk negara, kita harus tegas bahwa NKRI harga mati,” ungkap anggota MPR-RI Fraksi Partai NasDem ini. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->