PKK Kota Batu Bersaing Sajikan Makanan Penutup di Museum Angkut

Salah satu kreasi minuman karya PKK Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Minggu (3/6/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES).
Salah satu kreasi minuman karya PKK Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Minggu (3/6/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES).

BATUTIMES - Sebanyak 15 kelompok PKK Kota Batu bersaing menyuguhkan kreasi makanan tebaik di hadapan dewan juri, Minggu (3/6/2018). Ya mereka sedang bersaing dalam lomba kreasi pangan yang digelar Museum Angkut.

Perlombaan itu mengharuskan tim PKK membuat sajian makanan penutup yang bahannya berasal dari buah dan sayuran. Tetapi ada satu bahan baku yang harus ada yakni apel.

Kebanyakan dari tim PKK Kota Batu ini membuat sajian minuman dan puding. Para peserta ini hanya diberi waktu satu jam untuk menyuguhkan makanannya di hadapan dewan juri. 

Sebab mereka sudah membuat makanan dan minuman itu di rumah masing-masing, sehingga saat berada di lokasi perlombaan hanya menghias pada gelas dan piring.

Seperti halnya dari tim PKK Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji terdiri dari Dewi Masita, Siti Roidah, Nurhayati mengolah buah dan sayur menjadi jus. Bahan yang mereka olah yakni sawi, blimbing, apel, nanas, dan stroberi.

Kemudian mereka mempercantik minuman, di dalam wadah gelas itu dengan memasukkan puding berwarna-warni. Mereka memilih sajian ini karena minuman itu cukup segar dan menyehatkan terlebih untuk buka puasa.

“Kami memilih ini karena tema sayur dan buah-buahan, bahan-bahan ini mudah dicari dan berada di sekitar kita. Yang memiliki nutrisi cukup tinggi,” jelas Siti Roidah. 

Lalu di kelompok lainnya banyak dari mereka yang membuat puding tak kalah menarik. Ya dari segi penampilan patut diacungi jempol. Hal tersebut diungkapkan oleh Perhimpunan Chef Profesional Indonesia (PCPI) Malang Raya Giri Basuki. 

“Semua sudah menampilkan dengan maksimal dan memang diakui bagus-bagus kreativitasnya,” ujar Giri. 

Hanya saja ia memberikan masukkan, jika terhadap puding supaya lebih baik tidak menggunakan agar-agar instant. Lalu jika menyuguhkan puding lebih baik disuguhkan dengan saus fla.

“Ada yang kurang, kalau buat puding wajib harus ada saus flanya, supaya menambah nafsu makan untuk rasanya,” imbuhnya.

Sementara itu Nunuk Liantin Supervisor Public Relation Museum Angkut menjelaskan kegiatan ini digelar salah satunya untuk memberikan wadah inu-ibu PKK Kota Batu menyalurkan kreativitasnya di dunia memasak. Selain itu juga untuk menambah kemampuan di dunia memasak. 

“Kami ingin memberikan wadah untuk ibu-ibu supaya skillnya bertambah. Rencanaya tahun depan akan ada lagi dan kita buka untuk umum,” jelas Nunuk.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->