Pemuda yang Mayatnya Ditemukan di Jembatan Kali Lanang Diduga Bunuh Diri karena Depresi

Kakak korban yang mayatnya di Jembatan Kali Lanang Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kakak korban yang mayatnya di Jembatan Kali Lanang Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Hasim Jadmiko (23), warga Jl Abdul Gani, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, yang mayatnya ditemukan di bawah Jembatan Kali Lanang diduga bunuh diri. Menurut kakak Hasim, yakni Dewi, adiknya diduga mengalami depresi sehingga membuatnya melakukan hal nekat tersebut.

Hasim merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan. Pada hari Jumat (1/6/2018), Hasim meninggalkan pondok dan pulang ke rumahnya di Jl Abdul Gani, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.

“Dia itu kan di pondokan, Jumat pulang sendiri. Dia kabur dari pondok. Ternyata hari Jumat itu sampai rumah malam dengan menggunakan naik angkot,” kata Dewi saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata.

Mengetahui Hasim kabur dari pondok, ibunya memilih mengantarkan Hasim kembali ke pondok pesantren. Tetapi saat itu terlihat wajah Hasim seperti depresi. 

"Sabtu Hasim dianter ke pondok pagi.  Kata orang pondok, jam 11 setelah bersih-bersih, hilang nggak kembali,” ucap Dewi.

Pihak pondok menunggu hingga sore hari, kemudian langsung mencari di sekeliling pondok. “Ditunggu sejam, sampai sore dicari keliling nggak ada.  Sekitar jam 18.00 hubungi keluarga. Kami di sini akhirnya juga mencari,” kata Dewi.

Tetapi setelah dicari pihak pondok dan keluarga, Hasim tidak ditemukan. “Nggak ketemu. Lalu bapak ke rumah ambil data untuk laporan orang hilang.  Belum sampai Polsek Pasuruan, dapat kabar itu (penemuan mayat di bawah Jembatan Kali Lanang),” tambahnya.

Setelah mendapatkan kabar terdapat orang ditemukan di Kali Lanang, suami Dewi langsung menuju lokasi untuk memastikan apakah pria tersebut benar adik Dewi. “Langsung suami saya ke lokasi dan memastikan kalau itu adik saya. Ternyata memang benar adik saya,” kata Dewi.

Ia menambahkan jika selama ini Hasim tidak memiliki musuh. Hanya, dirasa dia memiliki gangguan kejiwaan atau depresi. “Terkadang itu tiba-tiba melamun. Nggak sadar banting gawai (handphone). Dibuang gitu. Tiba-tiba minta ke mana,” ungkapnya.

Ya Hasim ditemukan oleh warga setempat pada pukul 6.30 di Kali Lanang, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Saat ditemukan ia mengenakan baju berwarna merah dan celana pendek warna biru. 

Saat ditemukam kondisinya tengkurap dengan sejumlah luka di kaki. Kemudian pihak Polres Batu membawa mayat Hasim ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->