JatimTIMES Awali Media Massa Punya Press Card Sekaligus E-Money

JatimTIMES menjadi media massa pertama yang menerbitkan press card sekaligus e-money (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
JatimTIMES menjadi media massa pertama yang menerbitkan press card sekaligus e-money (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Press card atau kartu pers merupakan alat pengenal bagi awak media. Kartu ini wajib mereka kenakan kala bertugas. Tetapi bagaimana bila kartu tersebut juga berfungsi sebagai alat pembayaran? 

JatimTIMES boleh jadi adalah media massa pertama di Indonesia yang mencetuskan press card sekaligus alat pembayaran non tunai atau e-money. Tanda pengenal mereka tidak saja foto diri tetapi juga berfungsi sebagai uang elektronik.

Nantinya para jurnalis kantor media online berjejaring terbesar di Indonesia itu dapat menggunakan kartu tersebut untuk bertransaksi di minimarket maupun alat tranportasi termasuk membayar pintu tol. 

Ide tanda pengenal sekaligus e-money itu merupakan langkah JatimTIMES mengikuti perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. "Nanti di masa depan semua sudah serba kartu. Termasuk nantinya pembayaran tidak lagi kita temui ada uang tunai. Jadi, kami mewajibkan tidak saja jurnalis tapi karyawan JatimTIMES dibekali tanda pengenal sekaligus e-money," jelas Direktur Utama JatimTIMES, Ir H Ghufron Marzuqi. 

Media online yang ia pimpin itu terus melakukan inovasi demi inovasi demi memenuhi perkembangan zaman. "Inovasi itu ya termasuk tanda pengenal. Ini zaman sudah berubah kalau kata anak milenial ini adalah zaman now ya harus kita buat kartu tanda pengenal yang juga zaman now yang aman dan efisien," sambung dia.

Lebih lanjut, Ghufron memaparkan bahwa press card sekaligus e-money merupakan bentuk dukungan menggalakkan program gerakan nasional non-tunai (GNTT) yang dicanangkan pemerintah. 

Adapun cara kerja e-money adalah  dalam pecahan tertentu. Contohnya, Rp100 ribu (maksimal Rp1 juta) terlebih dahulu mendaftarkan e-money pada counter penerbit uang elektronik guna aktivasi. Setelah itu, nilai uang reload (diisi dan direkam) pada media elektronik misalkan kartu yang dikeluarkan oleh bank, handphone, atau kartu prabayar. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->