Tinggal Menghitung Hari, Kota Batu Tuan Rumah Event Paralayang Dunia

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

BATUTIMES -  Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 siap mengguncang Kota Batu.

Kota wisata ini sebagai tuan rumah kejuaraan yang bakal berlangsung pada 13-15 Juli 2018 mendatang di Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

“Tinggal menghitung hari lagi, Kota Batu jadi tuan rumah even Kejuaraan Dunia Paralayang,” kata Chairil Fajar Rofi, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Selasa (3/7/2018).

PGAWC adalah kejuaraan berseri. Biasanya terdapat empat seri dengan melombakan beberapa kategori. Kota Batu sendiri akan menjadi tuan rumah seri ketiga.

“Karena ini adalah even resmi, pasti yang ikut banyak. Pada akhir bulan lalu suda ada 143 orang, dan akan bertambah lagi. Sebab untuk mendapatkan juara mereka memburu poin di seri tiga,” imbuhnya, Selasa (3/7/2018).

Kota Batu dipilih menjadi tuan rumah dunia karena memilih akses yang mudah. Panitia PGAWC melihat angin di daerah pegunungan di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang itu umumnya memang bagus. 

“Karena kondisi, lokasi yang mudah dijangkau dan pendaratan yang bagus. Dan sarana dan prasarana  cukup bagus dibandingkan daerah lain,” kata Chairil.

Menurutnya tinggal beberapa hari gelaran ini, Dinas Pariwisata Kota Batu sudah siap menjamu para atlet dari beberapa negara seperti Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa dan sebagainya. 

“Kami sudah siap menjamu para atlet ini dengan maksimal,” tambahnya. 

Even ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk promosi semua potensi yang ada.

 
Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->