Calon Sekda Definitif Pemkot Batu Harap-Harap Cemas Tunggu Hasil Tes

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Batu, Wiwik Sukesi. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Batu, Wiwik Sukesi. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Enam calon Sekretaris Daerah (Sekda) Definit Kota Batu tengah menunggu hasil uji kompetensi dasar dan bidang. Pelaksanaan uji kompetensi itu digelar di Surabaya pada Sabtu (30/6/2018) lalu. Rencananya mereka bakal menerima hasil itu tiga hingga tujuh hari mendatang. 

“Tiga hari atau maksimal hingga satu minggu berikutnya sejak assessment hasilnya akan keluar. Hasil akan keluarkan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Jawa Timur,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Batu, Wiwik Sukesi.

Nantinya usai menerima hasil penilaian dari Bandiklat, ke enam peserta itu akan melakukan test tahapan akhir. Test itu yakni uji pemaparan pada 9 Juli mendatang.

“Kalau hasil penilaian assessment dari Bandiklat tidak molor, jadwal ujia pemaparan gak akan molor,” ungkapnya Selasa (3/7/2018).

Uji pemaparan itu terkait kepemimpinan, mulai dari menyusun program dan konsepnya yang  akan didengarkan dan diuji oleh pansel. Hingga terkait kasus dan seleksi menyelesaikan. “Pemaparan program konsep dia sebagai pemimpin seperti apa di depan pansel saja,” jelas Wiwik.

Usai menjalani tahapan tersebut tim Pansel memilih tiga terbaik. Setelah diambil tiga dari keseluruhan penilaian sejak awal, tiga calon akan disodorkan kepada Wali Kota Batu. “Tiga calon yang terbaik ini akan dipilih sendiri oleh kepala daerah,” tutupnya.

Sementara itu, Keenam ASN ini adalah Zadiem Efisiensi (Kepala Badan Keuangan Daerah), lalu Eny Rachyuningsih (Pelaksana Tugas/Plt Kepala Dinas Pendidikan yang merangkap juga sebagai kepala Badan Penanaman Modal, Layanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Batu).

Lainnya adalah Eko Suhartono (Kepala Dinas Perpustakaan), M. Chori (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah/Bappeda), Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu Abdillah Alkaf dan Kepala Dinas Pertanian Sugeng Pramono.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
-->
  • Motif Pembunuhan Sadis Bangoan, Kapolres : Masih Kita Dalami

    Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam atas tragedi pembunuhan yang terjadi di desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Korban pembunuhan diketahui pasangan suami istri

  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->