Batu Panen 40 Hektare Padi Sehat Ramah Lingkungan

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memanen padi di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Rabu (4/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memanen padi di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Rabu (4/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

 BATU TIMES- Seluas 40 hektare lahan yang ditanami padi dipanen di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, bulan Juli ini. Padi yang dipanen ini cukup spesial karena sehat ramah lingkungan. 

Secara simbolis, panen padi sehat ramah lingkungan itu dilakukan oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono, dan Camat Junrejo M. Adhim. Mereka bersama-sama memanen di lahan seluas 40 hektare itu.

Lalu apa yang dimaksud dengan padi sehat ramah lingkungan? Yakni padi yang perawatan dan pemupukannya dilakukan dengan penggunaan bahan kimia seminimal-minimalnya.

“Bedanya sama yang organik itu kalau A-Z itu harus alami, tapi kalau ini pakai bahan kimia tapi minimal sekali,” ungkap pendamping Kelompok Tani Subur Makmur, Arifin.

Panen padi yang bakal berlangsung 10 hari mendatang itu di luas lahan 40 hektare. Jenis padinya hibrida mapan 05.

Hasil panen tahun ini dikatakan cukup bagus dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab, masa tanam selama 4 bulan itu didukung dengan cuaca yang bagus.

“Cuaca yang mendukung itu seperti ada hujannya dan panas. Dan penggunaan pupuk organik sehingga membuat hasil panen bagus,” imbuhnya kepada BatuTIMES. 

Jika tahun sebelumnya untuk satu hektare dapat memanen 6 ton, tetapi tahun ini mampu menghasilkan 8-9 ton per hektare. 

Jika digiling ke bentuk beras, harganya sama dengan harga beras lainnya, yakni Rp 11 ribu atau Rp 12 ribu per kilogram. Namun, rasanya pun lebih punel dan aromatik (pandan). 

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, luas lahan pertanian di Kota Batu mencapai 2.441 hektare. Sedangkan lahan pertanian padi yang tersebar di Kecamatan Junrejo, yakni 550 hektare.

“Ya hasil panen ini nantinya bisa didistribusikan kepada Pemkot Batu. Namun harus secara aturan dan teknis,” ujar Dewanti. “Nantinya beras berkualitas ini akan diberikan kepada masyarakat. Akan menyehatkan bagi yang menerima,” sambung dia. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->