Bantuan Tempat Ibadah di Kota Batu Tak Lagi Dianggarkan, Ada Apa?

Masjid At-Taqwa di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Masjid At-Taqwa di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Bantuan rumah ibadah di Kota Batu tidak lagi dianggarkan oleh Pemkot Batu. Alasannya, anggaran itu tidak boleh diberikan berkelanjutan agar tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang Hibah dan Banuan Sosial.

Bantuan untuk tempat ibadah sudah rutin diberikan Pemkot Batu sejak di bawah kepemimpinan mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Tepatnya bantuan itu diberikan pada 2017 silam.

“Sebenarnya awal kami berikan. Lalu plt sekda Pemkot Batu sebelumnya menyampaikan jika tidak boleh diberikan terus-menerus kepada lembaga kemasyarakatan yang sifatnya umum yang dibentuk masyarakat itu tidak boleh secara rutin. Agar tidak bertentangan dengan permendagri,” ujar Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo.

Namun, lanjut Cahyo, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak pernah mempersoalkan hal itu. Tetapi pihak Pemkot Batu sudah terlanjur menyosialiasikan kepada tokoh agama sebelumnya.

“Ya pemkot konsultasi ke BPK. Kalau bisa, dibuat peraturan wali kota. Kalau perlu maju bersama, peraturan dibuat untuk dilaksanakan. Kalau boleh, ya dengan perwali bantuan tempat ibadah ini agar tetap mengalir karena menyangkut kepentingan masyarakat,” kata Cahyo saat ditemui di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu.

Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan, masalah tersebut akan dilevaluasi kembali. Sebab, dalam perturan tersebut, bantuan tidak boleh diberikan terus-menerus. “Akan kami evaluasi kembali bagaimana ke depannya terkait bantuan tempat ibadah ini,” ungkap Punjul, Kamis (5/7/2018).

Sementara itu, sebelumnya pemberian dana operasional masjid dan musala serta tempat ibadah lainnya diberikan kepada pengurus di 24 desa atau kelurahan di Kota Batu. Jumlah masjid 166. Masing-msing mendapat bantuan Rp 24 juta per tahun atau Rp 2 juta per bulan. Lalu musala 566, mendapatkan bantuan Rp 12 juta atau masing-masing mendapat bantuan Rp 1 juta per bulan.

Tempat ibadah umat Kristen dan Katolik ada 31 gereja, mendapat bantuan Rp 2 juta per bulan atau Rp 744 juta per tahun. Lainnya ada 5 buah tempat ibadah ukuran kecil. Masing- masing mendapat Rp 12 juta per tahun.

Tempat ibadah pura dengan jumlah empat unit masing-masing menerima bantuan Rp 2 juta per bulan. Dan vihara tujuh unit masing-masing mendapat bantuan Rp 2 juta. Total anggaran untuk bantusn tempat ibadah Rp 12 miliar. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : debyawan erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->